Senin, 8 Juni 2026

Berita Bengkulu Tengah

Mekanisme Realisasi Program Makan Siang Gratis Presiden Prabowo di Bengkulu Tengah

Program makan siang gratis Presiden Prabowo Subianto akan segera terlaksana di Kabupaten Bengkulu Tengah.

Tayang:
Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Hendrik Budiman
Suryadi Jaya/TribunBengkulu.com
Kabid Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pedesaan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Bengkulu Tengah, Sandarman mengungkapkan, saat ini sebanyak 10 Bumdes di Bengkulu Tengah telah terdaftar dan masih ada beberapa Bumdes lagi yang masih mengurus perizinan. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Program makan siang gratis Presiden Prabowo Subianto akan segera terlaksana di Kabupaten Bengkulu Tengah.

Petunjuk teknis pelaksanaan pun telah diterima pihak Pemkab Bengkulu Tengah.

Berdasarkan petunjuk teknis tersebut, nantinya program makan siang gratis ini akan berkolaborasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang sudah terdaftar si Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Kabid Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pedesaan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Bengkulu Tengah, Sandarman mengungkapkan, saat ini sebanyak 10 Bumdes di Bengkulu Tengah telah terdaftar dan masih ada beberapa Bumdes lagi yang masih mengurus perizinan.

"Memang program makan siang gratis bagi pelajar ini nantinya akan menggandeng Bumdes sebagai mitra, kota sudah ada 10 Bumdes yang terdaftar," ujar Sandarman, Senin (13/1/2025).

Baca juga: Kontraktor di Bengkulu Tengah Gigit Jari, Ngeluh Kehabisan Modal Imbas DBH Tak Kunjung Cair

Meski begitu, Bumdes nantinya akan berperan sebagai pelaksana tunggal atau hanya sebagai pemasok bahan baku.

"Nanti, dari badan gizi nasional (BGN) akan melakukan suvei kelayakaan terhadap Bumdes atau CV yang telah mengajukan diri sebagai pengelola makan siang gratis, kalau tidak layak maka BGN akan menyerahkan pengelolaannya kepada pihak lain," ungkapnya.

Kedepan, satu pihak yang ditunjuk untuk mengelola program makan siang gratis akan mengelola 3.000 siswa, baik itu sekolah negeri maupun swasta.

"Agar pengelolaannya bisa dilakulan oleh Bumdes, maka Bumdes harus melengkapi seluruh syarat yang telah ditetapkan oleh BGN, seperti standar kualitas, kebersihan dan jumlah bahan baku," kata Sandarman.

Berdasarkan petunjuk teknis, nantinya dalam satu porsi makanan, akan dihargai dengan Rp 10 ribu, tentunya dengan gizi seimbang.

"Sudah ditetapkan biayanya hanya Rp 10 ribu per porsi, memang mepet ya harganya, tetapi ini merupakan langkah agar tidak ada permainan disini," sampainya.

Jika dalam kondisi terburuk, tidak ada Bumdes, CV atau perusahaan yang mampu menyediakan makan siang gratis ini, maka akan diambil alih oleh TNI.

"Tujuannya kenapa harus Bumdes, agar perputaran uang di desa semakin meningkat, tapi kalau tidak ada yang mampu nanti akan dikelola oleh TNI," ucap Sandarman.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved