Berita Bengkulu Selatan
Peternak Sapi di Bengkulu Selatan Khawatir PMK Menyerang, Pemkab Siapkan Vaksin Gratis
Salah satu peternak Sapi Sepurudin (68) menyebutkan dirinya khawatir dengan adanya Virus PMK yang telah masuk di daerah lain.
Penulis: Nur Rahma Sagita | Editor: Hendrik Budiman
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Salah satu peternak Sapi Sepurudin (68) menyebutkan dirinya khawatir dengan adanya Virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang telah masuk di daerah lain.
Walaupun diketahui di Kabupaten Bengkulu Selatan belum ada hewan yang terserang PMK.
“Saya harap penyakit PMK tidak menyerang hewan ternak terkhusu di Bengkulu Selatan,” ujar Sepurudin peternak sapi kepada TribunBengkulu.com, Senin (13/1/2025).
Ia saat ini mempunyai 12 sapi yang sedang diternakan, sehingga untuk mengantasipasi penyakit PMK ini tidak menyerang ia selalu mengantisipasi dengan membersihkan kandang hewan dan memberi pakan ternak yang segar dan hegenis selain hewan diberi vaksin.
“Sudah ada yang di vaksin tapi masih banyak juga di Kecamatan Pino ini hewannya belum di vaksin, namun untuk mengantisipasi PMK saya selalu memperhatikan kesehatan hewan dan membersihkan kandang ternak hewan,” tegas Sepurudin.
Baca juga: Harga Komoditi Bawang di Pasar Tradisional Bengkulu Selatan Stabil
Semoga hewan ternak kedepan tidak terserang penyakit dan ia berharap pemerintah juga memberikan sosialisasi tentang penyakit-penyakit hewan merata ke seluruh daerah.
“Hal ini agar para peternak dapat memperhatikan hewan ternaknya masing-masing karena apabila ada salah satu ternah yang terjangkit PMK, maka bisa kemungkinan dapat pindah ke hewan lainnya,” kata Sepurudin.
Menanggapi hal ini Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan melakukan sosialiasi penyuluhan bahaya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan, dilihat dari provinsi lain sudah mulai menyebar wabah PMK.
“Maka kita Provinsi Bengkulu khusunya Bengkulu Selatan juga sudah mengantisipasi untuk melakukan pencegahan PMK ini snediri,” ujar Kabid Peternakan dan Kesehatan Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan Ikat maulana.
Adapun genjala klinis saat hewan terserah penyakit PMK yaitu demam tinggi (39-40 celcius), lepuh, bisul serta koreng pada mulut, lidah, hidung, lesi sela kuku kaki dan puting, lesu, lemas dan hilang nafsu makan.
Serta penurunan produksi susu pada betina dan hipersalivasi atau aur liur yang berlebihan dan berbusa.
“Jadi bagi peternak yang hewanya mengalami genjala tersebut agar segara hubungi kami untuk dilakukan penggobatan pada hewan yang terserang,” jelas Ikat.
Selanjutnya pencegahan yang dilakukan ketika hewan terserang penyakit PMK yaitu pisahkan hewan yang sakit dan jangan dijual, jangan membeli hewan ternak yang sakit.
Setiap pembelian hewan ternak dari luar Provinsi Bengkulu wajib melaporkan kepada petugas PPK/Dokter hewan dan menjaga kebersihan kandang serta peralatan lainnya.
| Cerita Tri Enda Pedagang Gorengan Bengkulu Selatan Keluhkan Kenaikan Harga Plastik, Omset Menurun |
|
|---|
| 4 Puskesmas di Bengkulu Selatan Kekurangan Dokter, Pemkab Usulkan Tambahan CPNS |
|
|---|
| BKPSDM Pastikan Usulan CPNS Bengkulu Selatan Berdasarkan Kajian dan Kebutuhan ASN |
|
|---|
| Heriansyah Resmi Jabat Kepala Kemenag Bengkulu Selatan, Fokus Siapkan Peserta MTQ Tingkat Provinsi |
|
|---|
| Kemenag Bengkulu Selatan Target Tambah Peserta MTQ hingga 25 Orang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Peternak-Sapi-Sepurudin-68-di-Bengkulu-Selatan.jpg)