Minggu, 3 Mei 2026

Kasus Pembunuhan Aktor Sandy Permana

ALASAN Nanang Irawan Alias Gimbal Bunuh Aktor Sandy Permana, Sempat Duel Sebelum Ditusuk

Alasan Nanang Irawan alias Gimbal diduga nekat bunuh aktor Sandy Irawan dengan cara yang tragis. 

Tayang:
Editor: Rita Lismini
Ist
Foto Sandy sebelum dan sesuah dibunuh Nanang Irawan. Alasan Nanang Irawan Alias Gimbal Bunuh Aktor Sandy Permana, Sempat Duel Sebelum Ditusuk 

TRIBUNBENGKULU.COM - Alasan Nanang Irawan alias Gimbal diduga nekat bunuh aktor Sandy Irawan dengan cara yang tragis. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengungkapkan, Sandy Permana sempat bertemu seseorang di sebuah danau sebelum ditemukan tewas ditikam di dekat rumahnya pada Minggu (12/1/2025) pagi.

"Sekitar pukul 07.00 WIB, korban mengendarai motor listrik menuju danau menemui seseorang," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi dalam keterangannya, Senin kemarin. 

Kendati demikian, polisi belum mengetahui seseorang yang ditemui pemeran sinetron "Mak Lampir" tersebut.

Namun, Ade Ary Syam Indradi juga mengungkapkan, dari hasil penyelidikan sementara, diduga Sandy sempat berduel dengan terduga pelaku.

"Berdasarkan fakta yang ditemukan diduga ada saksi yang melihat ada seorang laki-laki yang sedang berkelahi dengan korban," kata Ade Ary kepada wartawan, Senin (13/1).

Polisi kini sedang menyelidiki kasus pembunuhan tersebut.

Mereka telah mengantongi nama yang diduga membunuh Sandy. 

"Sudah ada (dugaan pelaku). Masih kita lakukan pencarian karena yang bersangkutan tidak ada di rumahnya," tambah dia.

Alasan Nanang Irawan Bunuh Sandy Permana 

Dugaan pemicu Gimbal pelaku yang nekat tikam Sandy Permana terungkap.

Hal itu diungkap istri Sandy Permana, Ade Andriani.

Ade Andriani bercerita pelaku pembunuh suaminya adalah tetangga yang tinggal tak jauh dari rumah mereka.

Ia menduga Sandy dibacok karena pelaku tak terima ditegur saat menebang pohon.

"Cekcoknya karena ditegur, si pelaku lagi mangkas pohon, suami saya negur mungkin dia gak terima langsung dibacok," katanya.

13 tahun tinggal di perumahan tersebut, kata Ade, pelaku memang tidak akrab dengan tetangga.

"Pelaku orangnya tertutup gak berbaur sama warga," katanya.

Selain itu, Ade mengungkap ciri-ciri pelaku yang kini belum diketahui keberadaannya.

Menurutnya pelaku memiliki panggilan khusus dari warga.

Nama panggilan itu disematkan padanya karena pelaku tidak pernah bicara dan rambutnya gimbal.

"Ciri-cirinya, kalau kita di sini manggil Limbad, karena rambutnya gimbal terus orangnya gak pernah ngomong, dia penuh tato," kata Ade Andriani.

Selama ini Limbad tinggal bersama anak dan istrinya.

"Dia sama istri sama anaknya. Satu rumah 5 mereka," katanya.

Sebenarnya Ade dan Sandy juga dekat dengan istri pelaku.

"Kita dekat sama istrinya, kalau suaminya kan dia sama siapapun gak mau dekat," katanya.

Limbad merupakan mantan crew dalam sinetron terkenal, yakni Tukang Bubur Naik Haji.

Bahkan Limbad juga pernah menjadi crew dalam sinetron yang diperankan Sandy Permana, Mak Lampir.

"Dulunya crew Tukang Bubur Naik Haji. Kurang paham berapa lama. Pernah satu kerjaan sama suami saya di Mak Lampir,  kalau gak salah dia crew di Mak Lampir juga," katanya.

Selepas tak lagi menjadi crew film, Gimbal kini tak memiliki pekerjaan.

"Kerjaannya sekarang gak ada, setahu saya dia di rumah. Istrinya antar jemput anak sekolah," katanya.

Sandy Permana ditemukan tewas bersimbah darah di pinggir jalan Cibarusah, Bekasi, Jawa Barat pada Minggu (12/1/2025) pagi.
Sandy Permana ditemukan tewas bersimbah darah di pinggir jalan Cibarusah, Bekasi, Jawa
Barat pada Minggu (12/1/2025) pagi. (Ist)

Gegalagat Istri Gimbal 

Inilah gelagat istri Gimbal, terduga pembunuh Sandy Permana.

Ia diduga membohongi polisi usai sang suami kabur.

Padahal ia dan sang suami sempat terekam CCTV.

Ade Andriani mengungkap peran istri terduga pelaku penusukan terhadap aktor sinetron Mak Lampir, Sandy Permana.

Istri dari terduga pelaku itu diduga memberikan keterangan palsu kepada polisi.

Ade Andriani adalah istri dari Sandy Permana yang tewas ditusuk tetangganya.Sandy ditusuk di dekat rumahnya, Perumahan TNI/Polri, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Minggu (12/1/2025).

Menurut Ade Andriani, berdasarkan rekaman CCTV, suaminya itu keluar rumah pada pukul 06.30 WIB.

Sandy Permana keluar rumah untuk memberi makan hewan ternaknya di rumah mereka yang lain.

"Jam 07.20 WIB dia arah pulang bawa barang kayak paralon, bawa motor santai pakai senyum gitu. Kejadian 07.30 WIB," tutur Ade.Setelah kejadian itu, dalam kondisi penuh luka Sandy berjalan meminta pertolongan ke warga.

"Pas mau dianterin dia nyebut nama pelaku 'Gimbal Gimbal' katanya gitu," ungkap Ade lagi.

Ade dan warga lainnya pun mengenali sosok Gimbal karena terduga pelaku tinggal tak jauh dari rumahnya.

"Si pelaku itu di perumahan ini kurang dekat dengan warga, suaminya, kalau istrinya sama semua kenal, suaminya tertutup," katanya lagi.Menurut Ade, darah korban ditemukan di samping rumah pelaku hingga ke gang sebelah.

Bahkan di sekitar lokasi kejadian, kata dia, ada barang terduga pelaku yang tertinggal.

"Polisi pas olah TKP nemuin sendal jepit pelaku," jelasnya.

Hingga saat ini kata dia, pihaknya belum mengetahui di mana keberadaan Gimbal alias Nanang Irawan (45) itu.Namun istri Gimbal mengaku tidak tahu di mana keberadaan sang suami.

"Kemarin setelah kejadian katanya dia pergi iringan sama istrinya. Tapi ditanya sama polisi istrinya bilang antar anak sekolah, kata polisi sekolah apa ini kan hari Minggu," tutur Ade lagi.

Ia pun sempat curiga dengan keterangan istri Gimbal yang terkesan menutupi keberadaan suaminya.

"Kemarin polisi bilang istrinya aja ngasih keterangan palsu. Masa iya istrinya gak tahu kalau suaminya berantem di situ," kata dia.Bahkan saat dicek melalui CCTV warga sekitar, terlihat Gimbal jalan beriringan dengan sang istri.

"Tapi dia bilang gak tahu," kata dia lagi.

Ade juga mengungkap kalau Gimbal selama ini juga kerap disapa Limbad oleh warga sekitar.
Sebab terduga pelaku selama ini tidak pernah terdengar berbicara dan rambutnya gimbal.

"Saya gak pernah denger suaranya. Dulu tinggal di samping rumah, terus pindah. Dia keluar dari rumah ini tahun 2018, dijual," ungkapnya.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, Kompol Onkoseno Gradiarso Sukahar mengatakan kalau terduga pelaku merupakan tetangga korban.

"Iya, warga sekitar. Iya, dugaannya begitu (pelaku tetangganya," kata Kompol Onkoseno.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved