Viral di Media Sosial
Kapolda Sumsel Buka Suara soal Kasus Polisi Prabumulih Tendang Wajah Kakek Jauhari hingga Berdarah
Andi Rian R Djajadi mengatakan, Polda Sumsel telah meminta Kapolres Prabumulih untuk meninda tegas oknum polisi tersebut.
TRIBUNBENGKULU.COM - Kapolda Sumsel Irjen Pol Andi Rian Djajadi akhirnya buka suara terkait kasus polisi tendang wajah seorang kakek bernama Jauhari (54) hingga berdarah patah hidung.
Sebelumnya, oknum polisi di Prabumulih bernama Iptu M Yunus sebelumnya diduga menabrak seorang kakek bernama Jauhari (54) di depan Kantor Walikota Prabumulih pada Senin (13/1/2025).
Namun setelah menabrak Jauhari, Yunus tiba-tiba marah dan menendang wajah Jauhari.
Akibatnya, Jauhari yang tinggal di Dusun 1 Desa Alai, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muaraenim ini mengalami patah tulang hidung.
Peristiwa tersebut lantas terekam video amatir dan menjadi viral di media sosial.
M Yunus kemudian menjadi sorotan dan mendapatkan banyak hujatan dari warganet.
Terkait hal itu, Andi Rian R Djajadi mengatakan, Polda Sumsel telah meminta Kapolres Prabumulih untuk meninda tegas oknum polisi tersebut.
Bahkan Polda Sumsel juga telah memerintah Kapolres Prabumulih mencopot M Yunus dari jabatannya.
"Untuk sementara kami mencopotnya," katanya kepada wartawan.
Namun demikian, pihaknya mendapatkan informasi bahwa M Yunus memang belum diproses oleh propam karena masih dirawat di rumah sakit.
Setelah terlibat kecelakaan tersebut, M Yunus disebut-disebut mengalami patah tulang rusuk dan patah tangan.
"Kedua pihak, baik korban maupun pelaku, saat ini sedang mendapatkan perawatan karena ada yang mengalami luka, termasuk patah tulang rusuk," lanjutnya.
Kapolres Prabumulih Minta Maaf
Kapolres Prabumulih, AKBP Endro Aribowo SIK MAP saat menjenguk Jauhari di RSUD Kota Prabumulih baru-baru ini, menyatakan meminta maaf kepada keluarga dan masyarakat atas insiden tersebut.
Ia berjanji akan memproses Yunus sesuai hukum yang berlaku.
| Klarifikasi Kades Lumajang Usai Dibacok Belasan Warga, Selamat Meski Kepala Dibalut Perban |
|
|---|
| Pengakuan Guru SMAN 1 Purwakarta Usai Diolok-olok Siswanya dan Diacungkan Jari Tengah: Saya Doakan |
|
|---|
| Akhirnya Guru SMAN 1 Purwakarta Buka Suara Usai Dihina Muridnya: Saya Tidak Akan Melapor |
|
|---|
| Respons Berkelas Guru SMAN 1 Purwakarta Usai Dihina Muridnya: Yang Nakal tidak Selamanya Nakal |
|
|---|
| Gubernur Jabar Tolak Skorsing 9 Siswa yang Olok-olok Guru di Purwakarta, Usul Hukuman Edukatif |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Kapolda-Sumsel-Buka-Suara-soal-Kasus-Polisi-Tendang-Wajah-Kakek-Jauhari-hingga-Berdarah-Patah-Hidung.jpg)