Minggu, 7 Juni 2026

Kabinet Merah Putih

Alasan Neni Herlina Dipecat Menteri Pendidikan Satryo Brodjonegoro, Imbas Ulah Silvia Istrinya? 

Alasan Neni Herlina sebagai pegawai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiksaintek oleh Satryo Soemantri Brodjonegoro.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Rita Lismini
Istimewa
Foto Neni Herlinan (Kiri), Satryo (Tengah) dan Silvia istrinya (Kanan). Alasan Neni Herlina Dipecat Menteri Pendidikan Satryo Brodjonegoro, Imbas Ulah Silvia Istrinya?  

TRIBUNBENGKULU.COM - Alasan Neni Herlina sebagai pegawai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiksaintek oleh Satryo Soemantri Brodjonegoro.

Pemecatan Nina diduga akibat persoalan pergantian meja kerja di ruangan Satryo.

"Saya sih sepertinya sudah ditandain ketika pertama kali masalah meja itu. Meja itu ada di ruang beliau, sebenarnya minta ganti saja. Sejak itu saya dipanggil. Dibilang, kamu sekali lagi melakukan kesalahan, saya pecat kamu," ungkap Neni di sela-sela demonstrasi di kantor Kemendiktisaintek, Senin (20/1/2025).

Dirinya mengungkapkan permintaan pergantian meja itu datang dari istri Satryo.

Permintaan itu, kata Neni, disampaikan saat Satryo resmi dilantik sebagai Mendiktisaintek.

"Waktu itu permintaan mengganti meja itu dari istrinya sih. Karena waktu itu ke kantor, habis pelantikan beres-beres," tutur Neni.

Baca juga: Duduk Perkara Satryo Brodjonegoro Disebut Menteri Suka Main Tampar dan Pecat Karyawan 

Dimarahi Menteri Cuma Karena Meja?

Neni mengaku dimarahi oleh Satryo perihal penggantian meja tersebut.

Bahkan, Neni mengungkapkan Satryo memintanya pindah ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

"Ya saya disuruh ke Dikdasmen pokoknya, keluar ke Dikdasmen. Bawa barang-barang kamu," ungkap Neni.

Pemecatan itu, kata Neni, bahkan diungkapkan oleh Satryo di depan para staf Kemendiktisaintek dan magang.

"Cuma maksudnya sudah keterlaluan saja di depan anak magang, di depan staf-staf saya," ucapnya.

"Teman-teman Saya Ketakutan Bekerja"

Dirinya berharap aksi dari Paguyuban Pegawai Dikti hari ini dapat mencegah kasus serupa yang terjadi kembali ke pegawai lain.

"Saya tidak ingin kejadian ini berulang terjadi. Jadi teman-teman saya itu bekerja dalam mencekam ketakutan. Jadi tidak ingin ada Neni-neni yang lain, yang semena--mena disuruh  pergi begitu saja," pungkasnya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved