Rabu, 22 April 2026

Longsor di Pekalongan

Aksi Dramatis Winarno Selamatkan Istrinya Saat Longsor di Pekalongan yang Tewaskan 17 Orang 

Aksi dramatis Winarno, selamatkan istrinya saat longsor di Pekalongan, Jawa Tengah yang menewaskan 17 orang pada Senin (20/1/2025). 

Editor: Rita Lismini
Kompas/Tribunnewsbogor
Foto Winarno (Kiri) dan longsor di Pekalongan (Kanan). Aksi Dramatis Winarno Selamatkan Istrinya Saat Longsor di Pekalongan yang Tewaskan 17 Orang 

TRIBUNBENGKULU.COM - Aksi dramatis Winarno, selamatkan istrinya saat longsor di Pekalongan, Jawa Tengah yang menewaskan 17 orang pada Senin (20/1/2025) kemarin. 

Menurut data terhimpun ada 8 korban hilang dan 10 lainnya mengalami luka-luka. 

Salah satu korban yang terluka yakni istri Winarno, warga Desa Tlogopakis, Kecamatan Petungkriono, Kabupaten Pekalongan

Istri Winarno itu masih menjalani oerawatan di Puskesmas Petungkriono. 

Menurut pengakuan Winarno, saat terjadinya longsor dirinya baru saja pulang kerja dan hendak menuju ke rumah. 

Sayangnya, belum sampai rumah dirinya justru mendapat kabar yang mengejutkan. 

"Belum sempat sampai rumah dapat kabar dari teman istri terjebak di longsor," kata Winarno dikutip dari Kompas TV, Selasa (21/1/2024).

Ia kemudian menghubungi rekannya yang ada di sekitar rumah, dan ternyata kabar itu benar.

Winarno pun kemudian menuju ke rumahnya sekitar pukul 21.00 WIB untuk menemui istrinya.

"Saya ke sana dengan melewati sisa longsoran yang begitu dahsyat," katanya.

Karena longsor itu terjadi di 9 desa di Kecamatan Petungkriono, akses jalan pun lumpuh total.

Winarno terpaksa memarkirkan kendaraannya di kantor Kecamatan Petungkriono, dan lanjut berjalan kaki.

"Saya jalan kaki sampai ke lokasi," kata dia.

Sesampainya di Desa Tlogopakis, ia melihat banyak warga terkenda dampak longsor tersebut.

Karena kondisi sudah malam, ia pun terpaksa menginap di lokasi kejadian.

"Saya ikut menginap di sana, walapun kanan kiri atas, sudah terkepung longsor," jelasnya.

Karena kondisi jalanan yang sudah hancur, kata Winarno, tidak memungkinkan untuk dilakukan evakuasi pada malam itu karena keterbatasan alat berat.

"Hampir semua desa terdampak, akses jalan desa semua tertutup, jalan utama ke Kabupaten Pekalongan juga tidak bisa dilewati, karena lumpuh total," kata dia.

Menurut dia, dari semua desa yang terkena bencana, Desa Katimpar adalah yang paling parah dan memakan banyak korban.

"Rumah saya Desa Tlogopakis, meski banyak korban tapi Alhamdulillah masih bisa ditangani," kata dia.

Keesokan harinya, Winarno kemudian membawa istrinya ke puskesmas dengan alat seadanya.

Saat itu ia dibantu oleh beberapa warga menandu sang istri sambil berjalan kaki hingga ke Puskesmas Petungkriono.

Bukan cuma istri Winarno, warga juga bahu membahu membawa jasad yang tewas tertimbun longsor.

Evakuasi itu dilakukan dengan sederhana tanpa bantuan petugas dan relawan.

"Pagi-pagi saya dan teman-teman yang ada di sana apa adanya, saya ajak untuk menandu dan evakuasi istri saya dan korban meninggal," jelasnya.

Menurut dia, saat itu belum ada petugas dan ralawan karena kondisi TKP masih rawan.

"Akhirnya kami memberanikan diri untuk mengevakuasi," kata dia.

Meski mengalami luka dan memar, Winarno bersyukur istrinya selamat.

"Saat ini kondisinya masih lemas dan tidak bisa digerakkan, banyak luka-luka dan memar. Alhamdulillah masih selamat," tandasnya.

Berikut daftar nama korban longsor di Kabupaten Pekalongan:

Korban Meninggal

- Revalina, 19 tahun, warga Sipetung- Suyati, warga Tlogo

- Kiki Pramudita, 23 tahun, Garung

- Sutar, 49 tahun, Tlogo Pakis

- Riyanto, 50 tahun, Dranan (Yosorejo)

- Ayat, 27 tahun, Kasimpar

- Sumeri, 30 tahun, Garung 

- Doni, 27 tahun, Gumelem

- Winarko, 27 tahun, Gumelem

- Supari, 37 tahun, Mudal, (Yosorejo)

- Sularso, 44 tahun, Kasimpar

- Inawati,23 tahun, Kasimpar

- Afkar, 4 tahun, Kasimpar

- Kinsul Cholifah, 35 tahun, Kasimpar

- Aurel, 15 tahun, Kasimpar

- Rokhim, 40 tahun, Kasimpar

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved