Senin, 8 Juni 2026

Kasus Korupsi MBG

Mahfud MD Bongkar Dugaan Korupsi MBG Sudah Lama Disorot, Tapi Selalu Dibela Prabowo 

Mantan Menko Polhukam Mahfud MD mengungkap dugaan korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebenarnya sudah lama menjadi sorotan publik.

Tayang:
Editor: Rita Lismini
Kompas.com/TribunBengkulu
PRABOWO VS MAHFUD MD - Foto Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyoroti soal kasus Makan Bergizi Gratis (MBG), Minggu (7/6/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Mahfud MD menyebut dugaan korupsi MBG sudah lama disorot publik, namun selalu mendapat pembelaan.
  • Ia menyoroti dugaan mark up pengadaan motor listrik, tablet, televisi hingga proyek IT di BGN.
  • Kejagung menetapkan Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya sebagai tersangka korupsi MBG.
  • Prabowo mengaku sedih mencopot Dadan Cs, tetapi memilih berpihak kepada rakyat.
  • Pernyataan lama Dadan yang menyebut korupsi MBG mustahil terjadi kini kembali disorot setelah ia menjadi tersangka.

TRIBUNBENGKULU.COM - Mantan Menko Polhukam Mahfud MD mengungkap dugaan korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebenarnya sudah lama menjadi sorotan publik.

Namun, menurutnya, berbagai laporan dan kritik terkait dugaan penyimpangan di Badan Gizi Nasional (BGN) selama ini kerap tidak ditindaklanjuti karena selalu mendapat pembelaan.

Pernyataan itu disampaikan Mahfud setelah Kejaksaan Agung menetapkan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana bersama dua mantan wakilnya, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG.

Mahfud menyebut isu dugaan korupsi di lingkungan BGN telah berbulan-bulan disuarakan masyarakat. Bahkan, berbagai data dan temuan mengenai dugaan penyimpangan disebut sudah berkali-kali disampaikan ke publik.

"Isu tentang korupsi di dalam BGN itu sudah lama, sudah berbulan-bulan diteriakkan tetapi selalu dibela oleh Pak Prabowo. Sehingga BGN selalu luput dari tindakan hukum meskipun rakyat sudah mengajukan data dalam banyak hal," kata Mahfud melalui tayangan video di kanal YouTube Mahfud MD Official, Rabu (3/6/2026).

Mahfud juga menyoroti dugaan praktik mark up dalam sejumlah pengadaan barang di BGN, mulai dari motor listrik, tablet, televisi, hingga sarana pendukung program MBG lainnya.

Menurutnya, besarnya nilai anggaran yang dipersoalkan masyarakat semestinya mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum.

Ia mencontohkan pengadaan teknologi informasi (IT) yang disebut mencapai Rp1,2 triliun dan menjadi salah satu sorotan publik.

Namun ketika berbagai kejanggalan itu dipertanyakan, Mahfud menilai tidak ada penjelasan memadai dari pihak terkait maupun langkah hukum yang jelas.

Meski demikian, Mahfud mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang kini mendukung proses hukum terhadap dugaan korupsi di BGN.

Menurutnya, keputusan membawa kasus tersebut ke ranah hukum merupakan langkah yang baik untuk menjawab keresahan masyarakat.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung menetapkan Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya sebagai tersangka dugaan korupsi tata kelola program MBG.

Ketiganya diduga melakukan intervensi dalam pengadaan barang dan jasa serta melakukan mark up harga sejumlah pengadaan yang berkaitan dengan pelaksanaan program MBG.

Prabowo Buka Suara

Secara terang-terangan Prabowo Subianto mengaku sedih atas keputusan mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana serta 2 Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved