Jumat, 5 Juni 2026

Guru Honorer Setubuhi Murid

Kasus Asusila di Bengkulu Utara Tinggi, Terbaru Murid SD Jadi Korban Guru Sendiri

Angka kasus asusila di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu termasuk tinggi. Bahkan ada yang pelakunya berstatus tenaga pendidik.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Yunike Karolina
Ho TribunBengkulu.com/Polres Bengkulu Utara
Oknum guru honorer di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu ditangkap atas laporan persetubuhan terhadap muridnya sendiri, pada Selasa (21/1/2025). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU UTARA - Angka kasus asusila di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu termasuk tinggi. Bahkan ada yang pelakunya berstatus tenaga pendidik.

Terbaru, oknum guru honorer di Kabupaten Bengkulu Utara ditangkap atas laporan persetubuhan terhadap muridnya sendiri, pada Selasa (21/1/2025).

Mirisnya, aksi tak senonoh itu dilakukan di lingkungan sekolah. JM berulangkali menyetubuhi korban yang saat kejadiaan masih muridnya yang duduk di bangku kelas 6 SD (korban saat ini kelas 1 SMP).

Diakui Kepala Unit (Kanit) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Bengkulu Utara Ipda Freddy Silae, angka kasus asusila dengan korban masih bawah umur di wilayah hukum Bengkulu Utara termasuk tinggi.

Dalam dua tahun terakhir banyak laporan asusila ditangani Unit PPA Satreskrim Polres Bengkulu Utara.

Adapun jumlah kasus persetubuhan pada anak di Bengkulu Utara pada tahun 2023 yakni 11 kasus.

Sedangkan untuk tahun 2024 berdasarkan data rekapan Unit PPA Polres Bengkulu Utara terdapat 9 kasus.

"Kalau di tahun 2024 unit PPA Satreskrim Polres Bengkulu Utara menangani sembilan kasus," ungkap Freddy.

Jumlah kasus tersebut termasuk tinggi walapun berkurang dibandingkan tahun 2023.

"Ya jadi adanya penurunan dari 2023 ke tahun 2024," kata Freddy.

Berdasarkan data yang dihimpun reporter TribunBengkulu.com, dari sembilan kasus tiga di antaranya dilakukan oleh oknum tenaga pendidik.

Upaya yang dilakukan unit PPA untuk mencegah tindak asusila terhadap anak yakni penyuluhan dan sosialisasi termasuk ke sekolah.

"Upaya kami tetap melakukan penyuluhan ke desa dan sekolah untuk mencegah terjadinya tindak cabul terhadap anak," jelas Freddy.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) Bengkulu Utara Solita Meida mengungkapkan jumlah korban asusila yang ditangani DPPA.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved