Senin, 8 Juni 2026

Petani Sawit Ditemukan Tewas di Mukomuko

Terungkap Penyebab Kematian Petani Sawit dengan Luka Leher di Mukomuko Bengkulu

Polisi sebut kematian petani sawit Mukomuko Bengkulu bukan karena benda tajam dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kejahatan.

Tayang:
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Yunike Karolina
HO Polres Mukomuko
Polisi ungkap penyebab kematian petani sawit di Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu yang ditemukan tewas di kebun sawit dengan luka leher, pada Selasa (21/1/2025). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, MUKOMUKO - Polisi sebut petani sawit Mukomuko Provinsi Bengkulu ditemukan tewas di kebun sawit dengan luka leher bukan karena korban kejahatan.

Jenazah petani sawit Nuryanto (55) warga Desa Sidodadi Kecamatan Penarik yang ditemukan tewas dalam posisi terlungkup pada Selasa (21/1/2025) sempat dilakukan visum.

Visum dilakukan untuk mengetahui penyabab kematian korban.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan dari dokter, kemungkinan disebabkan oleh penyakit lain seperti jantung, paru-paru dan lambung bukan dari benda tajam,” ungkap Kapolsek Penarik Iptu Edi Permana, saat dihubungi TribunBengkulu.com, Kamis (23/1/2025).

Terkait luka di leher korban, sambung kapolsek, merupakan luka lecet akibat korban terjatuh ke arah semak-semak.

Sementara itu, dari penyelidikan polisi juga tidak ditemukan adanya tanda-tanda kejahatan yang dialami korban.

Keluarga korban juga sudah ikhlas dengan apa yang terjadi dan menolak untuk dilakukan autopsi jenazah.

“Saksi juga sudah kita periksa dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kejahatan ataupun unsur pidana dari kematian korban. Keluarga juga sudah ikhlas dan menolak untuk dilakukan autopsi,” kata Edi.

Baca juga: Kronologi Petani Sawit Ditemukan Tewas dengan Luka Leher di Mukomuko Bengkulu

Kronologi

Kronologi petani sawit di Mukomuko ditemukan tewas dengan luka leher di kebun sawit, Selasa (21/1/2025).

Kejadian itu bermula saat korban Nuryanto (55) warga Desa Sidodadi Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko pergi ke kebun sawit miliknya.

Nuryanto hendak membersihkan kebun sawit seperti biasanya pada Senin 20 Januari 2025 sekitar pukul 09.00 WIB.

Korban yang tinggal sendiri ini hingga sore hari belum pulang dari kebun sawit miliknya. Tetangga korban yang curiga lalu menghubungi anak korban.

“Tetangga korban ini curiga korban tak pulang-pulang dari kebunnya, biasanya sore hari sudah pulang,” ungkap Kapolsek Penarik Iptu Edi Permana saat dihubungi TribunBengkulu.com, Selasa (21/1/2025).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved