Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Mukomuko

Kasus HIV/AIDS Bertambah 5, Dinkes Mukomuko Bengkulu Lakukan Penyuluhan-Skrining

Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu bertambah 5 kasus.

Tayang:
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Yunike Karolina
Panji Destama/TribunBengkulu.com
Kepala Dinkes Mukomuko Bustam Bustomo. Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu bertambah 5 kasus. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, MUKOMUKO - Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu bertambah 5 kasus.

Hal ini menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko.

Di tahun 2024 kemarin, Dinas Kesehatan (Dinkes) Mukomuko mencatat adanya penambahan 5 kasus yang dari sebelumnya hanya 13 kasus HIV/AIDS menjadi 18 kasus.

Terkait hal itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko melakukan upaya serius untuk melakukan pencegahan dan penanganan.

“Penambahan ada 5 kasus dari sebelumnya 13 kasus lama menjadi 18 kasus dengan 5 kasus yang baru,” ungkap Kepala Dinkes Mukomuko Bustam Bustomo, saat dihubungi TribunBengkulu.com, Jumat (24/1/2025). 

Bustam menjelaskan, pengendalian HIV/AIDS saat ini sangat penting, terutama menemukan kasus sedini mungkin.

Sehingga penderita mendapatkan pelayanan sesuai standar sehingga penderita bisa memiliki peluang dan kualitas hidup yang lebih baik.

“Saat ini pengendalian HIV/AIDS di Mukomuko sangat penting, terutama dalam menemukan kasus sedini mungkin,” kata Bustam.

Bustam juga menjelaskan, upaya dalam mengatasi penyebaran HIV/AIDS di Mukomuko, pihaknya melakukan skrining terhadap kelompok kunci. 

Kelompok kunci yang dimaksud seperti para Pekerja Seks Komersial (PSK) yang bekerja di tempat hiburan dan ibu hamil yang berisiko tertular.

Tak hanya itu, dinkes juga melakukan skrining bagi pasangan yang hendak menikah. 

“Skiring dini juga kita lakukan dengan bekerjasama dengan Satpol PP Mukomuko. Kemudian melalui puskesmas melakukan skrining untuk calon pengantin termasuk ibu hamil dalam upaya deteksi dini terhadap HIV, sifilis dan hepatitis,” jelas Bustam.

Sementara untuk, 18 kasus yang ditemukan para pasien saat ini telah mendapatkan pengobatan dan perawatan secara rutin. 

Pihaknya juga terus memantau kondisi mereka untuk memastikan pengobatan berjalan maksimal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved