Jumat, 5 Juni 2026

Harga Karet di Bengkulu

Harga Karet di Seluma Bengkulu Turun Lagi, Terbaru Rp 11.500 per Kilogram

Harga Karet di Seluma Bengkulu Turun Lagi, Saat Ini Rp 11.500 Perkilogram

Tayang:
Penulis: Yayan Hartono | Editor: Yunike Karolina
Yayan Hartono/TribunBengkulu.com
HARGA KARET - Supendi pengepul getah karet di Desa Tenangan Kecamatan Seluma Timur Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu mengeluhkan harga getah karet turun lagi, Selasa (4/2/2025). Saat ini untuk karet kering atau super dibeli dengan harga Rp 11.500 per kilogram. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Yayan Hartono

TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA - Harga jual getah karet mingguan di Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu kembali dikeluhkan.

Sebelumnya sempat naik Rp 13 ribu per kilogram, saat ini turun menjadi Rp 11.500 per kilogram. 

Supandi pengepul karet di Desa Tenangan Kecamatan Seluma Timur mengatakan, harga tersebut untuk karet kering. Sementara untuk karet basa dirinya beli dari petani Rp 8-9 ribu perkilogram. 

"Sebelumnya untuk karet super atau kering sempat Rp 12 ribu, saat ini turun lagi Rp 11.500 per kilogram. Sementara karet basa saya beli dari petani paling tinggi Rp 9 ribu per kilogram," kata Supendi ditemui TribunBengkulu.com, Selasa (4/2/2025). 

Melihat rendahnya harga getah karet ini, Supendi berharap ada perhatian pemerintah ke depan. Karena masih cukup banyak masyarakat menggantungkan hidup berkebun karet.

Walau sebagian banyak yang telah beralih berkebun kelapa sawit. 

"Karena harga karet ini murah terus, sudah banyak yang beralih berkebun sawit. Jadi itulah kami harap pemerintah memperhatikan kami petani karet ini, naikan harga karet menyesuaikan harga kebutuhan saat ini," jelas Supendi. 

Supendi juga berharap pemerintah mempermudah petani karet untuk mendapatkan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Karena saat ini untuk petani karet susah saat mengajukan di bank, berbeda dengan petani sawit. 

"Satu lagi kami harap ke pemerintah ini, permudah kami petani karet ini mendapatkan pinjaman KUR. Jangan bedakan dengan petani sawit, kami juga butuh pinjaman itu untuk menambah modal mencukupi kebutuhan yang diperlukan," ungkap Supendi. 

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved