Senin, 8 Juni 2026

Berita Bengkulu Tengah

Warga Kecewa, Jembatan Desa Penanding Bengkulu Tengah Terancam Batal Dibangun

Anggaran Rp 6 miliar untuk pembangunan jembatan Desa Pananding Kecamatan Karang Tinggi Kabupaten Bengkulu Tengah terancam refocusing.

Tayang:
Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Yunike Karolina
Suryadi Jaya/TribunBengkulu.com
JEMBATAN PUTUS - Masyarakat Desa Penanding Kecamatan Karang Tinggi Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu tampak hilir mudik membawa kelapa sawit menyeberangi sungai menggunakan rakit, Rabu (8/1/2025). Warga kecewa jika anggaran pembangunan jembatan Desa Penanding terdampak refocusing. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Anggaran Rp 6 miliar untuk pembangunan jembatan Desa Pananding Kecamatan Karang Tinggi Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu tahun 2025 terancam refocusing.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Desa Penanding Tusim mengungkapkan kekecewaannya jika memang harus anggaran pembangunan jembatan Desa Penanding yang terdampak refocusing.

“Kami sangat membutuhkan jembatan tersebut. Sebab jembatan tersebut, tidak hanya untuk ke kebun, tetapi bisa juga menembus ke arah Kecamatan Semidang Lagan, sehingga kami sangat berharap ada pembangunan," ujar Tusim, Kamis (6/2/2025).

Menurutnya, banyak warga yang selalu menyampaikan keluhan kepada dirinya terkait kapan realisasi pembangunan jembatan tersebut.

Karena sudah beberapa kali masyarakat diberikan harapan terkait realisasi pembangunan, tapi selalu terpatahkan.

"Tahun lalu, kami mendapatkan kabar bahwa jembatan akan dibangun menggunakan dana inpres, tetapi tahun ini jembatan kami batal dibangun juga karena inpres," ungkapnya.

Karena jembatan yang tak kunjung dibangun tersebut, saat ini, warga yang memiliki kebun di seberang sungai harus menggunakan rakit yang terbuat dari bambu untuk membawa hasil kebun.

Rakit-rakit tersebut bisa dilewati dengan mengeluarkan sejumlah kocek dari para petani, sedangkan hasil panen tak selalu ada setiap hari.

Apalagi musim penghujan yang membuat penyebrangan sungai tak bisa dilalui, karena arus yang sangat deras dan bisa membahayakan nyawa.

"Sudah beberapa kali baik warga kami maupun warga desa tetangga yang hanyut karena menyeberang menggunakan rakit, ini menjadi kesedihan tersendiri bagi kami," sampainya.

Dengan penuh harap, Tusim meminta Pemkab Bengkulu Tengah dan DPRD Bengkulu Tengah untuk memperjuangkan anggaran pembangunan jembatan Desa Penanding.

"Tentu kami sangat berharap, jembatan ini bisa dibangun di tahun 2025," kata Tusim.

Baca juga: Refocusing Anggaran, Pembangunan Jembatan Penanding Bengkulu Tengah Terancam Batal

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved