Pelantikan Kepala Daerah 2025

6 Kepala Daerah se-Kalimantan Utara Dilantik Prabowo 20 Februari 2025, Pasca 3 Gugatan Kandas di MK

6 Kepala Daerah Terpilih se-Kalimantan Utara Dilantik Prabowo 20 Februari 2025, pasca 3 Gugatan Kandas di MK

Editor: Hendrik Budiman
Kolase IG @khairul_dr, IG @ziap_menang dan FB Sahabat H. Irwan Sabri
KEPALA DAERAH - Foto Khairul Wai Kota Tarakan (kiri), Zainal Paliwang Gubernur Kalimantan Utara (Tengah) dan Bupati Nunukan Nunukan Irwan Sabri (kanan) diambil, Sabtu (8/2/2025). Daftar 6 kepala daerah se-Kalimantan Utara siap dilantik Presiden Prabowo Subianto, pada 20 Februari 2025 mendatang. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Daftar 6 kepala daerah se-Kalimantan Utara siap dilantik Presiden Prabowo Subianto, pada 20 Februari 2025 mendatang.

Mahkamah Konstitusi menggugurkan 3 gugatan yakni hasil pilkada Tana Tidung, Pilkada Tarakan dan Pilkada Nunukan.

3 gugatan hasil pilkada itu kandas pasca putusan dismissal atau putusan MK pada 4-5 Februari 2025 lalu.

Diketahui, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengusulkan tiga opsi tanggal untuk pelantikan kepala daerah nonsengketa dan hasil putusan dismissal Mahkamah Konstitusi (MK) kepada Presiden Prabowo Subianto. 

Baca juga: 3 Kepala Daerah se-Kalimantan Timur Tak Dilantik Prabowo 20 Februari 2025, 8 Pasang Ikut Pelantikan

Dari opsi yang diajukan, Prabowo memilih pelantikan digelar pada 20 Februari 2025.

Hal tersebut disampaikan Tito dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2025).

"Kita membuat opsi tanggal 18, 19, 20, dan saya lapor ke Presiden. Presiden memilih (tanggal) 20 (Februari), hari Kamis," ujar Tito.

Daftar Kepala Daerah Kalimantan Utara yang dilantik serentak oleh Prabowo yakni:

1. Pemilihan Gubernur Provinsi Kalimantan Utara

Zainal A Paliwang - Ingkong Ala

2. Kabupaten Bulungan

Syarwani - Kilat

3. Kota Tarakan

Khairul - Ibnu Saud

4. Kabupaten Malinau

Wempi W. Mawa - Jakaria

5. Kabupaten Nunukan

Irwan Sabri - Hermanus

6. Kabupaten Tana Tidung

Ibrahim Ali - Sabri

Profil Zainal Arifin Paliwang Gubernur Kalimantan Utara Terpilih

Brigjen. Pol. (Purn.) Dr. Drs. Zainal Arifin Paliwang, S.H., M.Hum. (lahir 6 Desember 1962) adalah seorang Gubernur Kalimantan Utara. 

Ia merupakan purnawirawan Polri yang memiliki jabatan terakhir sebagai Analis Kebijakan Utama bidang Pidum Bareskrim Polri.

Paliwang, lulusan Akpol 1986 ini berpengalaman dalam bidang reserse. 

Sebelumnya, dia menjabat sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat II Bareskrim Polri.

Selain itu juga beliau merupakan putra daerah Sulawesi Selatan yang berasal dari Sinjai.

Riwayat pendidikan

Pendidikan umum

  • SDS Angkas 2 Kec. Mandal (1979)
  • SMP Negeri 1 Kasiguncu (1982)
  • SMA Negeri 1 Ujungpandang (1986)
  • S1 Fakultas Hukum Universitas Slamet Rijadi (2004)
  • S2 Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (2006)
  • S3 Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (2024)

Pendidikan kepolisian

  • AKABRI (1986)
  • PTIK (1997)
  • SESPIM (2001)
  • Pendidikan kejuruan
  • Diklatpim Tk. I (2015)

Menjadi Wakapolda Kaltara Pertama

Karir Zainal Paliwang di Kalimantan Utara dimulai sejak diangkat menjadi Wakil Kepala Kepolisian Daerah atau Wakapolda Kaltara pada Maret 2018.

 Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1986 saat mendapatkan perintah menjadi Wakapolda Kaltara masih berpangkat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) dengan tiga bunga sudut lima di pundaknya.

Zainal Paliwang menceritakan bagaimana pengalaman pertama nya saat ditugaskan dan berkantor sebagai Wakapolda Kaltara kala itu.

Berawal dengan keberadaan kantor Polda Kaltara yang saat itu masih menumpang di Polres Bulungan, ia mengaku kondisi kantornya sangat memprihatinkan bahkan kursi khusus untuknya saja tidak ada.

 “Saat itu, saya kursi saja tidak punya,” kata Zainal Paliwang saat bercerita beberapa waktu lalu.

 Meskipun kondisi saat itu sangat memprihatinkan, ia tetap melaksanakan perintah yang telah diamanatkan kepadanya dengan penuh tanggung jawab.

Bagi Zainal Paliwang, bagaimana berjuang bersama dalam membangun Polda Kaltara bersama Kapolda saat itu Irjen Pol Indrajit.

 Pada akhirnya, dua bulan kemudian Zainal Paliwang bersama para pejabat utama Polda Kaltara mulai membangun Polda Kaltara.

“Dan Alhamdulillah, selama satu tahun kami di Kalimantan Utara menyelesaikan pembangunan kantor yang dihibahkan oleh Kabupaten Bulungan, dulunya gedung DPRD Bulungan di Km 9, Desa Bumi Rahayu.

Dan saat itu, kami juga mengundang Bapak Kapolri di tahun 2019 untuk meresmikan gedung Mapolda Kaltara,” jelasnya.

Setelah memiliki gedung resmi, pada 2020, bersama pejabat Polda Kaltara kembali berjuang untuk meningkatkan status Polda Kaltara menjadi Polda Tipe A.

Saat proses berlangsung Zainal Paliwang kembali menerima surat keputusan (SK) dari Kapolri untuk menduduki jabatan baru di Bareskrim Polri sebagai Badan Penyidik Tindak Pidana Utama II.

Dengan jabatan barunya Zainal Paliwang naik pangkat menjadi Brigadir Jenderal Polisi.

 “Tidak berselang beberapa lama, turunlah keputusan Polri untuk meningkatkan status Polda Kaltara menjadi Polda Tipe A,” terangnya.

 Selanjutnya, Zainal Paliwang mendapat kepercayaan sebagai Analisis Kebijakan Utama bidang Pidana Umum Bareskrim Polri hingga jabatan terakhir sebelum memutuskan maju di Pilgub Kaltara Gubernur 2020.

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved