Minggu, 7 Juni 2026

Ramadhan 2025

Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan 1 Maret 2025, NU Bengkulu Tunggu Hasil Sidang Isbat

Untuk penetapan 1 Ramadhan 1446 H, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Bengkulu, masih menunggu hasil sidang isbat

Tayang:
Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Yunike Karolina
Romi Juniandra/TribunBengkulu.com
RAMADHAN 2025: Pengamatan hilal di Kota Bengkulu di tahun 2024 pada Jumat (7/6/2024). PWNU Provinsi Bengkulu masih menunggu hasil sidang isbat dari Kemenag, sementara PW Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan pada 1 Maret 2025. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Muhammadiyah Bengkulu menetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah pada 1 Maret 2025, sesuai maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Lantas bagaimana dengan Nahdlatul Ulama (NU)?

Ketua PWNU Provinsi Bengkulu Khairudin Wahid mengatakan, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Bengkulu masih menunggu hasil sidang isbat yang dilakukan oleh pemerintah untuk menetapkan tanggal 1 Ramadhan 2025.

"Kalau NU itu pakai rukhiyat, biasanya sebelum H-2 Ramadhan itu ada rukyatul hilal, meskipun secara hitung-hitungan itu sama sebetulnya dengan Muhammadiyah, tapi kita juga menggunakan rukyatul hilal. Kita melihat hilal dulu, jadi kalau misalnya hilal sudah nampak, nanti baru ditetapkan puasa 1 Ramadhannya hari apa," ujar Khairudin Wahid, Jumat (21/2/2025).

Ia menjelaskan, pelaksanaan rukyatul hilal yang digelar oleh Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu pada Jumat 28 Februari 2025, berlokasi di Jalan Pariwisata No. 1 Kelurahan Lempuing Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu.

"Kita mengikuti Kementerian Agama (hasi sidang isbat, red). Tanggal 28 Februari ini akan digelar sidang rukyatul hilalnya," jelasnya. 

Sementara itu, Pengurus Wilayah Muhammadiyah Bengkulu menyampaikan bahwa untuk 1 Ramadhan 1446 H akan jatuh pada tanggal 1 Maret 2025.

Sekretaris Pengurus Wilayah Muhammadiyah Bengkulu Amrullah Boerman menyampaikan, penetapan ini berdasarkan keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Penetapan ini berdasarkan kalender hijriyah global tunggal, yang menerapkan pendekatan ilmiah modern.

"Ini adalah hasil maklumat dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yang diterbitkan oleh Majelis Tarjih. Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan itu pada tanggal 1 Maret 2025," ujar Amrullah.

Lanjutnya, metode ini memperhatikan tiga hal utama dalam penetapan awal bulan, meliputi kesatuan matlak, imkan rukyat, dan permulaan hari.  

Kesatuan matlak memastikan ketinggian hilal minimal 5 derajat dan sudut iluminasi minimal 8 derajat, di mana pun di belahan bumi, untuk memastikan bahwa awal bulan hijriyah dapat diterima secara global. 

Sementara imkan rukyat memungkinkan hasil rukyat di suatu lokasi dipindahkan ke lokasi lain yang belum memenuhi kriteria rukyat, sehingga tetap tercipta keseragaman dalam penetapan awal bulan.  

Kemudian, permulaan hari ditetapkan berdasarkan kesepakatan internasional, yaitu dimulai dan berakhir pada tengah malam di garis bujur 180 derajat.  

Berdasarkan perhitungan ini, Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan 1446 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 1 Maret 2025, dan Hari Raya Idul Fitri (1 Syawal 1446 H) pada Minggu 30 Maret 2025.

Baca juga: Kemenag Bengkulu Pantau Hilal 1 Ramadhan 1446 H pada 28 Februari 2025, Lokasi Pindah

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved