Jumat, 24 April 2026

Ramadan 2025

Hasil Sidang Isbat Ramadan 2025, Jam Berapa Pengumuman Awal Puasa Dilaksanakan?

Jam berapa sidang isbat penentuan awal ramadan 1446 Hijriah dimulai? ini rincian lengkap kegiatannya.

Editor: Yuni Astuti
TribunBengkulu.com/Canva
SIDANG ISBAT RAMADAN 1446 HIJRIAH - Ilustrasi Ramadan 1446 Hijriah yang diambil dari canva, Jumat (28/2/2025). Jadwal sidang isbat untuk penentuan awal Ramadan 1446 Hijriah/2025 Masehi. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat untuk menentukan awal Ramadan 1446 Hijriah, Jumat (28/2/2025).

Sidang Isbat Ramadan ini untuk menentukan jadwal puasa Ramadan 2025 apakah akan dimulai pada hari ini atau besok.

Adapun dalam melaksanakan sidang Isbat penentuan awal Ramadan 2025 ada beberapa tahapan yang harus dilalui.

  1. Seminar pemaparan posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi. 
  2. Verifikasi hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pantauan di Indonesia. 
  3. Konferensi pers penetapan 1 Ramadhan 1446 H secara umum.

Untuk lebih jelasnya, berikut rincian pelaksanaan sidang isbat penentuan awal puasa 1 Ramadhan 2025:

Agenda: Sidang Isbat Penentuan Awal 1 Ramadhan 1446 H

Hari/Tanggal: Jumat, 28 Februari 2025

Pukul: 16.30 - 19.05 WIB

Rincian Kegiatan:

Seminar Posisi Hilal: Pukul 16.30 WIB (terbuka untuk umum)

Pelaksanaan Sidang Isbat: Pukul 18.30 WIB (tertutup)

Konferensi Pers Penetapan 1 Ramadhan 1446 H: Pukul 19.05 WIB (terbuka untuk umum)

Lokasi: Auditorium H.M. Rasjidi, 

Kementerian Agama, Jakarta Pusat

Jadwal Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadan 2025 Pemerintah

Sidang Isbat penentuan awal Ramadan 1446 Hijriah dari pemerintah Kementerian Agama digelar pada Jumat (28/2/2025) sore ini bertempat di Auditorium H.M. Rajidi, Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta Pusat.

Berikut jadwal sidang isbat beserta tanggal dan waktu pelaksanaannya sesuai informasi yang disampaikan oleh Bimas Islam Kemenag RI:

- 28 Februari 2025, Pukul 16.30 WIB: Seminar posisi hilal (live streaming di YouTube Bimas Islam TV)
- 28 Februari 2025, Pukul 18.30 WIB: Pelaksanaan sidang isbat (tertutup)
- 28 Februari 2025, Pukul 19.05 WIB: Konferensi pers penetapan 1 Ramadan 1446 H (live streaming di kanal YouTube Kemenag RI).

Baca juga: Jadwal Ramadan 2025 Pemerintah dan Muhammadiyah Diprediksi Serempak, Awal Puasa Dilaksanakan Besok?

Puasa Ramadhan 2025 Versi Pemerintah dan NU

Bila merujuk pada kalender Hijriah yang dirilis oleh Kementerian Agama (Kemenag), Ramadhan 1446 H atau awal puasa Ramadhan 2025 jatuh pada hari Sabtu, 1 Maret 2025.

Namun, tanggal tersebut masih perkiraan penanggalan sesuai dengan kalender Masehi.

Perlu diingat, Pemerintah bakal menetapkan kapan puasa Ramadhan 2025 dimulai melalui rukyatul hilal.

Sama halnya dengan Pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU) juga menggunakan metode rukyatul hilal untuk menentukan kapan puasa Ramadhan 2025 dimulai.

Metode pengamatan hilal ini didasarkan pada penglihatan dan pengamatan bulan secara langsung yang berbentuk sabit atau belum terlihat bulat dari bumi.

Mengutip laman Baznas, pengamatan hilal tersebut dilakukan pada hari ke-29 atau malam ke-30, dari bulan yang sedang berjalan.

Namun jika hilal tidak terlihat, maka malam itu adalah tanggal 30 bulan yang sedang berjalan.

Malam berikutnya dimulai tanggal satu bagi bulan baru atas dasar istikmal (digenapkan). 

Untuk melihat hilal, biasanya posisi bulan harus berada dua derajat di atas matahari.

Syarat lainnya adalah jarak elongasi dari matahari ke arah kanan atau kiri.

Semakin lebar maka makin mudah melihat hilal langsung.

Puasa Ramadhan 2025 Versi Muhammadiyah

Berbeda dengan Pemerintah dan NU, Muhammadiyah telah menetapkan kapan awal puasa Ramadhan 2025 dimulai.

Melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KGTH) yang dirilis oleh Muhammadiyah, 1 Ramadhan 1446 H jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025.

Sementara untuk Idul Fitri atau 1 Syawal 1446 H jatuh pada Minggu, 30 Maret 2025.

Dengan demikian, sesuai dengan KGTH, sholat Tarawih untuk warga Muhammadiyah bisa dimulai pada Jumat, 29 Februari 2025.

Perlu diketahui, Muhammdiyah dalam menentukan 1 Ramadhan 1446 H menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal.

Metode hisab ini merupakan metode penentuan awal Ramadhan melalui perhitungan astronomis.

Metode ini meyakini adanya hilal meskipun tidak terlihat dengan mata telanjang selama memenuhi kriteria tertentu.

Berikut tiga kriteria dalam penentuan hilal menggunakan metode hisab, dikutip dari Baznas:

  1. Telah terjadi ijtimak (konjungsi)
  2. Ijtimak (konjungsi) itu terjadi sebelum matahari terbenam.
  3. Pada saat terbenamnya matahari piringan atas bulan berada di atas ufuk (bulan baru telah wujud).

Ketiga kriteria tersebut harus terpenuh  i untuk menandakan telah masuk dalam awal bulan hijriah.

Namun dengan catatan, bila menggunakan metode hisab hakiki kriteria ijtimak sebelum gurub (al-ijtima qabla al-gurub), tidak perlu lagi mempertimbangkan keberadaan bulan saat matahari terbenam di atas ufuk atau bukan. 

 

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved