Selasa, 12 Mei 2026

Ramadan 2025

Jadwal Sidang Isbat Ramadan 1446 Hijriah, Awal Puasa Dilaksanakan pada Hari Sabtu?

Berikut ini jadwal sidang isbat untuk penentuan awal puasa Ramadan 1446 Hijriah, siap -siap umat Islam akan melaksanakan awal puasa.

Tayang:
Editor: Yuni Astuti
TribunBengkulu.com/Canva
RAMADAN 2025 - Ilustrasi Ramadan yang diambil dari Canva, Jumat (28/2/2025). Jadwal sidang Isbat penentuan bulan puasa Ramadan digelar hari ini, ketahui jadwal puasa 1446 Hijriah 

TRIBUNBENGKULU.COM - Sidang Isbat akan dilaksanakan pada hari ini, Jumat (28/2/2025).

Sidang Isbat ini dilakukan untuk menentukan jadwal penentuan jadwal Ramadan.

Mengutip laman resmi Kemenag, sidang isbat akan dilaksanakan hari ini, Jumat 28 Februari 2025 mulai pukul 16.30 WIB sampai selesai.

Diketahui sidang Isbat tahun 2025 akan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta Pusat.

Adapun agenda sidang isbat sendiri terdiri dari 3 tahap yakni:

  1. Seminar pemaparan posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi.
  2. Verifikasi hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pantauan di Indonesia.
  3. Konferensi pers penetapan 1 Ramadhan 1446 H secara umum.

Berikut ini rincian jadwal sidang isbat hari ini, Jumat (28/2/2025)

Agenda: Sidang Isbat Penentuan Awal 1 Ramadhan 1446 H

Hari/Tanggal: Jumat, 28 Februari 2025

Pukul: 16.30 - 19.05 WIB

Rincian Kegiatan:

Seminar Posisi Hilal: Pukul 16.30 WIB (terbuka untuk umum)

Pelaksanaan Sidang Isbat: Pukul 18.30 WIB (tertutup)

Konferensi Pers Penetapan 1 Ramadhan 1446 H: Pukul 19.05 WIB (terbuka untuk umum)

Lokasi: Auditorium H.M. Rasjidi, 

Kementerian Agama, Jakarta Pusat

Baca juga: Link Download Jadwal Imsakiyah Bulan Ramadan 1446 H, Wilayah Kota Bengkulu Full Satu Bulan

Puasa Ramadhan 2025 Versi Pemerintah dan NU

Bila merujuk pada kalender Hijriah yang dirilis oleh Kementerian Agama (Kemenag), Ramadhan 1446 H atau awal puasa Ramadhan 2025 jatuh pada hari Sabtu, 1 Maret 2025.

Namun, tanggal tersebut masih perkiraan penanggalan sesuai dengan kalender Masehi.

Perlu diingat, Pemerintah bakal menetapkan kapan puasa Ramadhan 2025 dimulai melalui rukyatul hilal.

Sama halnya dengan Pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU) juga menggunakan metode rukyatul hilal untuk menentukan kapan puasa Ramadhan 2025 dimulai.

Metode pengamatan hilal ini didasarkan pada penglihatan dan pengamatan bulan secara langsung yang berbentuk sabit atau belum terlihat bulat dari bumi.

Mengutip laman Baznas, pengamatan hilal tersebut dilakukan pada hari ke-29 atau malam ke-30, dari bulan yang sedang berjalan.

Namun jika hilal tidak terlihat, maka malam itu adalah tanggal 30 bulan yang sedang berjalan.

Malam berikutnya dimulai tanggal satu bagi bulan baru atas dasar istikmal (digenapkan). 

Untuk melihat hilal, biasanya posisi bulan harus berada dua derajat di atas matahari.

Syarat lainnya adalah jarak elongasi dari matahari ke arah kanan atau kiri.

Semakin lebar maka makin mudah melihat hilal langsung.

Puasa Ramadhan 2025 Versi Muhammadiyah

Berbeda dengan Pemerintah dan NU, Muhammadiyah telah menetapkan kapan awal puasa Ramadhan 2025 dimulai.

Melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KGTH) yang dirilis oleh Muhammadiyah, 1 Ramadhan 1446 H jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025.

Sementara untuk Idul Fitri atau 1 Syawal 1446 H jatuh pada Minggu, 30 Maret 2025.

Dengan demikian, sesuai dengan KGTH, sholat Tarawih untuk warga Muhammadiyah bisa dimulai pada Jumat, 29 Februari 2025.

Perlu diketahui, Muhammdiyah dalam menentukan 1 Ramadhan 1446 H menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal.

Metode hisab ini merupakan metode penentuan awal Ramadhan melalui perhitungan astronomis.

Metode ini meyakini adanya hilal meskipun tidak terlihat dengan mata telanjang selama memenuhi kriteria tertentu.

Berikut tiga kriteria dalam penentuan hilal menggunakan metode hisab, dikutip dari Baznas:

  • Telah terjadi ijtimak (konjungsi)
  • Ijtimak (konjungsi) itu terjadi sebelum matahari terbenam.
  • Pada saat terbenamnya matahari piringan atas bulan berada di atas ufuk (bulan baru telah wujud).
  • Ketiga kriteria tersebut harus terpenuhi untuk menandakan telah masuk dalam awal bulan hijriah.

Namun dengan catatan, bila menggunakan metode hisab hakiki kriteria ijtimak sebelum gurub (al-ijtima qabla al-gurub), tidak perlu lagi mempertimbangkan keberadaan bulan saat matahari terbenam di atas ufuk atau bukan. 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved