Senin, 27 April 2026

Berita Kepahiang

Dikbud Kepahiang Dorong Perpisahan Sekolah dengan Kegiatan Positif dan Hemat Biaya

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kepahiang Bengkulu melarang kegiatan study tour dan wisuda sekolah saat perpisahan.

|
Penulis: Romi Juniandra | Editor: Ricky Jenihansen
Romi Juniandra/TribunBengkulu.com
PERPISAHAN SEKOLAH - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis Dikbud) Kepahiang Provinsi Bengkulu, Nining Fawelly Pasju saat diwawacarai TribunBengkulu.com, Rabu (5/3/2025). Dia mengatakan acara perpisahan di sekolah tetap boleh dilakukan, tapi tidak dengan konsep ala-ala wisuda yang berbiaya besar. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kepahiang mendorong sekolah di daerah ini menyelenggarakan perpisahan siswa dengan konsep yang lebih sederhana dan positif.

Alih-alih menggelar wisuda atau study tour yang membutuhkan biaya besar, Dikbud mengimbau sekolah untuk fokus pada kegiatan yang mengembangkan bakat siswa.

Seperti pentas seni atau kegiatan kreatif lainnya, sehingga tetap berkesan namun tidak memberatkan orang tua.

"Perpisahannya tetap boleh dilakukan, tapi kami tidak menyarankan konsep ala-ala wisuda," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis Dikbud) Kepahiang, Nining Fawelly Pasju kepada TribunBengkulu.com, Rabu (5/3/2025).

Acara perpisahan dengan kegiatan positif ini bisa dilakukan di sekolah masing-masing, dan lebih ke arah pengembangan bakat siswa.

SPMB SMP KEPAHIANG - Kadis Dikbud Kepahiang Provinsi Bengkulu, Nining Fawelly Pasju pada Selasa (6/5/2025). Dia menjelaskan jalur domisili di SPMB sedikit berbeda dengan jalur zonasi di PPDB tahun lalu.
KEPALA DINAS - Kadis Dikbud Kepahiang Provinsi Bengkulu, Nining Fawelly Pasju pada Selasa (6/5/2025). 

"Dan itu harus dengan kesepakatan bersama orang tua, tidak ada pemaksaan, dan tidak ada penetapan biaya," ujar Nining.

Hal yang sama juga berlaku untuk kegiatan study tour, yang biasanya dilakukan di akhir semester.

Sekolah diminta mengkaji ulang kegiatan ini, karena membutuhkan biaya besar dari orang tua atau wali siswa.

Jika study tour ini tidak terlalu penting, maka bisa diganti dengan kegiatan lain.

"Kalau tidak penting dan urgent, tidak usah. Ganti dengan kegiatan lain," ungkap Nining. (Adv)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved