Kamis, 4 Juni 2026

Berita Rejang Lebong

Peternak Resah, 17 Ekor Sapi di Rejang Lebong Bengkulu Terjangkit Wabah Virus Jembrana

Wabah Virus Jembrana di Rejang Lebong, Peternak di Desa Ini Resah. Sudah ada 17 jembrana yang ditemukan.

Tayang:
Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Hendrik Budiman
HO Tribunbengkulu.com
SAPI SAKIT - Terlihat ternak milik warga di Desa Cawang Lama Kecamatan Curup Timur yang terpapar virus jembrana pada akhir Februari 2025 kemarin. Sejauh ini sudah ada 17 sapi yang terpapar penyakit tersebut. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Saat ini penyakit jembrana kembali ditemukan di Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. 

Penyakit tersebut diketahui menyerang belasan ekor sapi balik milik peternak di Desa Cawang Lama Kecamatan Curup Timur sejak akhir Februari 2025. 

Akibat penyakit itu, sejumlah peternak merasa resah dan khawatir hewannya juga ikut tertular. 

Kepala Desa Cawang Lama, Ishak mengatakan sudah ada 17 ekor sapi bali milik warganya yang terkena virus jembrana.

Sapi-sapi itu memiliki gejala demam tinggi, pembengkakan kelenjar getah bening hingga pendarahan pada organ dalam tentu saja hal ini membuat khawatir peternak lainnya. 

"Total yang sudah kena sekarang ada 17 ekor pak, tentu jadi mengkhawatirkan,"ungkap Ishak, Rabu (5/3/2025). 

Ishak menyebut bahkan sebagian besar warganya selain bertani juga berprofesi sebagai peternak.

Dimana di desa tersebut, ada ratusan ekor sapi yang dipelihara dengan kisaran 90 persennya merupakan sapi bali.

Sehingga dengan adanya wabah jembrana membuat warganya khawatir. 

"Kekhawatiran kita itu takutnya menyebar ke ternak lain, itu 17 ekor saja bertahap pak, bukan serentak,"lanjut Ishak.

Oleh karena itulah, pihaknya terus melaporkan hal ini ke Distankan Rejang Lebong untuk menindaklanjutinya.

Pihaknya berharap wabah virus jembrana bisa hilang dan tidak lagi menyerang hewan ternak milik warganya. 

"Sudah kita laporkan, semoga tidak ada lagi ternak yang terkena jembrana pak,"papar Ishak.

Sementara itu, Kabid Peternakan Distankan Rejang Lebong, drh Wenny Haryanti mengatakan penyakit ini dapat menular dengan cepat dan berpotensi menyebabkan kerugian besar bagi sektor peternakan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved