Kamis, 28 Mei 2026

Berita Kota Bengkulu

Pemkot Bengkulu Rembuk Stunting, Targetkan Zero Stunting di Tahun 2025

Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, menggelar rembuk stunting di Ruang Hidayah II, Kantor Wali Kota Bengkulu, Jumat (7/3/2025).

Tayang: | Diperbarui:
Aghisty Firan Marenza/TribunBengkulu.com.
REMBUK STUNTING - Pemkot Bengkulu, menggelar Rembuk Stunting di Ruang Hidayah II, Kantor Wali Kota Bengkulu, Jumat (7/3/2025). Rembuk stunting ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi angka stunting di Kota Bengkulu, serta merumuskan strategi dan aksi nyata dalam upaya pencegahannya. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Aghisty Firan Marenza 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menggelar rembuk stunting di Ruang Hidayah II, Kantor Wali Kota Bengkulu, Jumat (7/3/2025).

Rembuk stunting ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi angka stunting di Kota Bengkulu, serta merumuskan strategi dan aksi nyata dalam upaya pencegahannya.

Diketahui, untuk Kota Bengkulu saat ini tingkat stunting mencapai 6,7 persen, angka ini jauh di bawah tingkat nasional yang mencapai 18 persen.

Namun masih jauh dari target yang ditetapkan yakni penurunan menjadi zero stunting.

Oleh karena itu, kolaborasi antara Pemerintah Daerah untuk melakukan berbagai intervensi agar dapat menekan angka stunting terutama di daerah yang tergolong rawan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menggelar rembuk stunting
Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menggelar rembuk stunting di Ruang Hidayah II, Kantor Wali Kota Bengkulu, Jumat (7/3/2025).

Wakil Wali Kota Bengkulu, Ronny PL Tobing menyampaikan, masalah Stunting termasuk urusan kesehatan yang essensial dan berdampak jangka panjang bagi generasi masa depan negara dan Daerah.

"Kedepan, kami akan bergerak bersama-sama untuk mencapai target yaitu zero stunting. Kami berharap program makan bergizi gratis dari Pemerintah Pusat, dapat menjadi langkah efektif dalam menekan angka stunting di masyarakat," ujar Ronny PL Tobing.

Baca juga: Breaking News: Geger Penemuan Mayat Pria di Rawa-rawa Kelurahan Kandang Kota Bengkulu

Sementara itu, fokus utama dalam langkah pencegahannya, dengan melakukan intervensi stunting meliputi remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, serta anak-anak usia nol hingga dua tahun. 

Langkah-langkah yang dilakukan mencakup edukasi gizi, pemantauan kesehatan ibu dan anak, peningkatan akses terhadap makanan bergizi, serta penyediaan layanan kesehatan yang optimal.

Disisi lain, Kepala Bappeda Kota Bengkulu Medy Pebriansyah, menyampaikan, upaya penurunan angka stunting melibatkan intervensi langsung dan tidak langsung.

"Kita perlu menangani kondisi rumah, lingkungan, dan memastikan pendapatan orang tua memadai," jelasnya.

Ia juga menggaris bawahi, pentingnya pencegahan sejak calon pengantin dengan memastikan mereka dalam kondisi kesehatan yang baik untuk mencegah stunting pada anak.

"Oleh karena itu, seluruh pihak yang terlibat berasal dari berbagai sektor dan memiliki kompetensi yang saling beriringan,"sambungnya.

Penandatanganan Kolaborasi antara Pemerintah Daerah
STUNTING - Penandatanganan Kolaborasi antara Pemerintah Daerah untuk melakukan berbagai intervensi agar dapat menekan angka stunting di Kota Bengkulu.

Dengan demikian, dikatakan Medy, apabila terdapat individu yang terdeteksi berpotensi mengalami masalah mereka dapat segera mendapatkan penanganan yang diperlukan. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved