Sabtu, 6 Juni 2026

Berita Mukomuko

Bupati Mukomuko Bengkulu Choirul Huda Ikut Dukung Larangan Study Tour-Wisuda Sekolah

Bupati Mukomuko Choirul Huda ikut mendukung larangan penyelenggaraan study tour dan wisuda di seluruh jenjang pendidikan di Provinsi Bengkulu.

Tayang:
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Yunike Karolina
Panji Destama/TribunBengkulu.com
LARANGAN STUDY TOUR - Bupati Mukomuko, Bengkulu Choirul Huda didampingi Wakil Bupati Mukomuko Rahmadi saat diwawancara, Jumat (7/3/2025). Choirul Huda mendukung kebijakan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan soal larangan study tour hingga wisuda sekolah. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, MUKOMUKO - Bupati Mukomuko Choirul Huda ikut mendukung larangan penyelenggaraan study tour dan wisuda di seluruh jenjang pendidikan di Provinsi Bengkulu.

“Tentu dengan kebijakan dari Gubernur Bengkulu kita, pak Helmi Hasan kita harus mendukungnya,” ungkap Choirul Huda saat diwawancara, Minggu (9/3/2025).

“Karena kebijakan yang sudah dikeluarkan oleh Gubernur Bengkulu ini, pasti sudah dipikirkan oleh pak Gubernur, soal dampaknya,” sambung Huda.

Huda menjelaskan, kepala daerah yang mengeluarkan kebijakan, seperti larangan study tour hingga wisuda sekolah itu sudah memikirkan dampak-dampak positif dari kebijakan tersebut.

Lanjutnya apapun kebijakan dari Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, tentu pihaknya akan terus mendukungnya.

“Kita selaku Pemerintah Kabupaten Mukomuko, tentu mendukung apa yang menjadi kebijakan dari Gubernur Bengkulu, karena pak gubernur sudah memikirkan dampak positifnya,” jelas Huda.

Untuk diketahui, gebrakan baru Gubernur Bengkulu Helmi Hasan melarang penyelenggaraan study tour dan wisuda di seluruh jenjang pendidikan di Provinsi Bengkulu.

Hal ini menyikapi banyaknya keluhan dari orangtua siswa yang merasa terbebani dengan biaya tambahan untuk kegiatan tersebut.

Helmi Hasan menegaskan, kepala dinas pendidikan dan kepala sekolah, mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK, tidak diperkenankan mengadakan study tour maupun wisuda yang berpotensi menjadi beban ekonomi bagi orang tua murid.

"Saya meminta seluruh kepala dinas dan kepala sekolah di Provinsi Bengkulu untuk tidak lagi mengadakan studytour maupun wisuda yang membebani orang tua murid," ujar Helmi Hasan melalui pernyataan resminya yang diunggah di akun TikTok pribadinya, Kamis (25/2/2025), 

Menurutnya, banyak laporan dari wali murid yang merasa keberatan dengan biaya study tour dan wisuda yang dinilai tidak esensial. 

Bahkan, tren perjalanan wisata edukatif dan acara wisuda semakin marak dilakukan oleh sekolah-sekolah di berbagai jenjang pendidikan dinilai justru membebani finansial orangtua. 

Banyak wali murid mengeluhkan biaya yang harus dikeluarkan, mulai dari transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga berbagai keperluan tambahan lainnya. 

Bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi, pengeluaran tersebut menjadi tekanan yang tidak perlu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved