Rabu, 22 April 2026

Idulfitri 1446 Hijriah

Muhammadiyah Tetapkan IdulFitri 1446 H Jatuh pada Senin 31 Maret 2025 M

Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhamadiyah Bengkulu, Amrullah Boerman, mengumumkan bahwa Idul Fitri 1446 H akan jatuh pada hari Senin (31/3/2025).

Aghisty Firan Marenza/TribunBengkulu.com.
PENETAPAN 1 SYAWAL - Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhamadiyah Bengkulu, Amrullah Boerman, mengumumkan bahwa Idul Fitri 1446 H akan jatuh pada hari Senin (31/3/2025). Hal itu berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat, NOMOR 1/MLM/I.O/E/2025, tentang penetapan hasil Hisab Ramadhan, Syawal dan Zulhijah 1446 Hijriah. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Aghisty Firan Marenza 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhamadiyah Bengkulu Amrullah Boerman mengumumkan bahwa Idulfitri 1446 H jatuh, pada hari Senin (31/3/2025).

Hal itu berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat, NOMOR 1/MLM/I.O/E/2025, tentang penetapan hasil Hisab Ramadhan, Syawal dan Zulhijah 1446 Hijriah.

"Muhamadiyah secara struktural dari atas sampai ke bawah mematuhi maklumat ini," ujar Amrullah, Sabtu (22/3/2025).

Dikatakannya, umur bulan 1446H disempurnakan istikmal 30 hari, pada 1 Syawal di wilayah Indonesia yang jatuh, pada Senin Pahing (31/3/2025).

"Jadi Idul Fitri itu dari Muhammadiyah se-Indonesia tanggal 31 Maret 2025 Masehi," tuturnya.

Ia menjelaskan, metode perhitungan yang digunakan dalam penetapan ini adalah Hisab Wujudul Hilal.

Hisab Wujudul Hilal adalah metode perhitungan astronomi yang digunakan Muhammadiyah untuk menentukan awal bulan Hijriah, dengan fokus pada wujud hilal (bulan sabit baru) yang terlihat di langit setelah matahari terbenam

"Untuk metode yang digunakan ini adalah Hisab Wujudul Hilal, tidak menggunakan kalender Hijriyah ataupun Romawi, dan ini metode yang telah digunakan oleh Muhammaddiyah selama ini" ungkapnya.

Amrullah, menyatakan kemungkinan besar Muhammadiyah akan merayakan Idul Fitri pada tanggal yang sama dengan yang ditetapkan pemerintah.

"Ini kalau kita lihat, sepertinya ada kemungkinan kalau satu Syawal akan dilakukan berbarengan," katanya.

Namun demikian, apabila terjadi perbedaan penetapan, ia menyatakan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir dan sudah memasuki fase toleransi.

Kemudian ia mengimbau kepada seluruh warga Muhammadiyah, untuk mematuhi Maklumat yang telah dikeluarkan oleh pimpinan Pusat Muhammaddiyah tersebut.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved