Jumat, 5 Juni 2026

Berita Bengkulu Selatan

Bengkulu Selatan Cuma Punya 5 Armada Pengangkut Sampah, DLHK: Tak Sebanding Dengan Volume Sampah

Bengkulu Selatan Cuma Punya 5 Armada Pengangkut Sampah, DLHK: Tak Sebanding Dengan Volume Sampah

Tayang:
Penulis: Nur Rahma Sagita | Editor: Hendrik Budiman
TribunBengkulu.Com
SAMPAH - Kontainer sampah di Jembatan penghubung Desa Ketaping, Kelurahan Pasar Bawah. Selama bulan Ramadan 1446 Hijriyah (H) tahun 2025 volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) meningkat mencapai 50 hingga 60 ton perhari. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Bengkulu Selatan menyebutkan selama bulan Ramadhan 1446 Hijriyah (H) tahun 2025 volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) meningkat mencapai 50 hingga 60 ton perhari.

Kepala DLHK Kabupaten Bengkulu Selatan Haroni menyebutkan, dengan meningkatnya volume sampah pihaknya merasakan kesusahan dalam mengelolah sampah karena saat ini kekurangan armada pengangkutan sampah.

“Saat ini kita hanya memiliki sebanyak lima armada tapi yang boleh dikatakan masih bagus itu cuma dua armada dan sisanya tiga armada itu sudah berumur sehingga sering mengalami kerusakan,” ujar Haroni kepada TribunBengkulu.com, Senin (24/3/2025).

Selain kekurangan armada pengangkut sampah yang terbatas Haroni juga mengatakan saat ini dua alat berat yang ada di TPA juga mengalami kerusakan.

Sehingga pihaknya kesusahan untuk merapikan sampah yang ada di TPA.

Baca juga: Selama Ramadan, Volume Sampah di Bengkulu Selatan Meningkat Hingga 50 Ton Perhari

“Jadi sekarang itu dua alat berat kita yang ada di TPA mengalami kerusakan, satu alat berat yang kondisinya masih bagus untuk bekerja namun sejak November 2024 yang lalu mengalami kerusakan monitor tempat kontrol mesin alat berat itu yang disebabkan tekena lemparan batu oleh ODGJ dan satunya lagi tidak dapat bekerja secara maksimal karena alat berat yang lama,” beber Haroni.

Dengan ini Haroni akan berupaya untuk meminjam alat-alat yang memang ada di OPD lain dan bisa dipakai, serta kerusakan kedua alat berat di TPA sampah ini sudah diusulkan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab).

Namun Haroni memaklumi kemampuan Pemkab yang terbatas tahun 2025 yang disebabkan oleh PSU dan efisiensi anggaran.

"Kami harap agar masyarakat dapat memaklumi dengan keterlambatan sampah ini. Kami imbau masyarakat bisa memberikan inovasi untuk mengurangi sampah di TPS seperti melakukan pemilahan sampah yang masih bisa dimanfaatkan seperti kerajinan, pupuk, atau dibakar  dalam skala kecil sehingga itu juga dapat membantu kami,” kata Haroni.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved