Kamis, 4 Juni 2026

Kecelakaan Kereta Api

Kronologi Satu Keluarga Tewas Tertabrak Kereta Api di Asahan Sumatera Utara

Kecelakaan maut terjadi di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, saat satu keluarga tewas tertabrak kereta api

Tayang: | Diperbarui:
Tribun Medan/Alif Al Qadri
TERTABRAK KERETA API - Mobil Daihatsu Terios bernomor polisi BK 1261 VL yang ditumpangi tiga orang korban terbalik usai dihantam kereta api Sri Bilah jurusan Medan menuju Rantauprapat di perlintasan tanpa palang Dusun II, Desa Sei Alim Hasak, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan, Minggu (23/3/2025). 

TRIBUNBENGKULU.COM - Tragedi kecelakaan maut terjadi di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, saat satu keluarga tewas tertabrak kereta api di perlintasan tanpa palang. Kejadian nahas ini terjadi di Dusun 2, Desa Sei Alim Hasak, Kecamatan Air Batu, pada Minggu (23/3/2025) sekitar pukul 12.00 WIB.

Korban yakni Kahar (35), Wiriani (30), Erlin Mauzan (6), dan Khain (2) meninggal dunia setelah mobil Daihatsu Terios dengan nomor polisi BK 1261 VL yang mereka tumpangi dihantam oleh kereta api Sri Bilah yang melaju dari Medan menuju Rantauprapat.

Kapolsek Air Batu, AKP S Tambunan, menjelaskan bahwa keempat korban yang merupakan satu keluarga itu sedang dalam perjalanan dari Air Batu menuju Kisaran ketika kecelakaan terjadi.

"Kecelakaan terjadi antara kereta api dan mobil pribadi Daihatsu Terios di perlintasan kereta api tanpa palang di Dusun II, Desa Sei Alim Hasak," ujar AKP S Tambunan, Senin (24/3/2025).

Dua korban ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara dua lainnya sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawa mereka tidak tertolong.

"Hasil analisa sementara, korban kemungkinan tidak mendengar bunyi klakson dari kereta api karena kaca mobil dalam kondisi tertutup rapat," tambahnya.

Salah satu tetangga korban, Bayu, mengungkapkan bahwa keluarga tersebut sedang dalam perjalanan ke Kisaran untuk berbelanja kebutuhan Lebaran.

"Katanya mereka mau ke Irian, mau belanja. Udah buat janji bersama dengan iparnya, bahkan anak iparnya ini sempat mau minta numpang di mobil korban," ungkap Bayu, Senin (24/3/2025).

Namun, rencana itu tidak terwujud karena ipar korban akhirnya memilih berangkat menggunakan sepeda motor dan berjanji bertemu di lokasi tujuan.

"Dia warga Air Batu, dan kalau ke Kisaran memang selalu melintasi jalan Hessa ini. Nahasnya kali ini terjadi kecelakaan," tambahnya.

Bayu yang ikut mengantar jenazah ke rumah sakit merasa terpukul dengan kejadian tragis ini. Ia juga mengenal korban, terutama Kahar yang merupakan teman sekolahnya.

"Yang laki-laki juga kawan sekolahku. Yang perempuan kalau nggak salah guru honor di salah satu SMP," ujarnya.

Ia berharap pemerintah segera memperhatikan perlintasan kereta api tanpa palang untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. "Jangan sampai ada korban lagi di lokasi ini," harapnya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved