Jumat, 8 Mei 2026

Berita Bengkulu Utara

Arak-arakan Ogoh-ogoh di Bengkulu Utara, Sambut Nyepi 2025

Umat Hindu di Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu menggelar pawai Ogoh-ogoh menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1947.

Tayang:
Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Yunike Karolina
M. Bima Kurniawan/TribunBengkulu.com
PAWAI OGOH-OGOH - Suasana arak-arakan Ogoh-ogoh di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu pada Rabu (26/3/2025). Umat Hindu Bengkulu Utara menggelar pawai Ogoh-ogoh menyambut perayaan suci Nyepi Tahun Saka 1947/2025. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU UTARA - Umat Hindu di Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu menggelar pawai Ogoh-ogoh menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1947.

Pawai Ogoh-ogoh digelar di Kecamatan Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara pada Rabu sore (26/3/2025).

Berdasarkan pantauan TribunBengkulu.com, ribuan orang hadir untuk menyaksikan arak-arakan Ogoh-ogoh.

Ogoh-ogoh merupakan rangkaian upacara Tawur Kesanga, yang bertujuan untuk mengusir roh jahat sebelum umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian.

Terdapat 6 Ogoh-ogoh yang diarak mulai dari depan balai pertemuan umat Hindu Bengkulu Utara sampai Bundaran Kota Arga Makmur.

Ogoh-ogoh digambarkan seperti wajah raksasa, simbol Sang Butha alias setan.

Butha merupakan simbol jahat yang harus diperangi dari semesta. Butha juga dimaknai sebagai simbol nafsu jahat yang ada di dalam diri manusia.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Made Astawa menerangkan, setelah diarak Ogoh-ogoh dibawa kembali ke desa adat masing-masing.

Ada 5 banjar adat umat Hindu di Bengkulu Utara yang melaksanakan Hari Raya Nyepi.

Kemudian ogoh-ogoh yang berada di masing masing banjar adat tersebut akan dibakar sebelum perayaan Nyepi pada tanggal 28 Maret 2025.

"Tindak lanjut berikutnya yaitu pada tanggal 28 setelah mecaru dilaksanakan pemusnahan Ogoh-ogoh itu dengan cara dibakar," jelas Made.

Alasan pembakaran ogoh-ogoh tersebut dikarenakan Ogoh-ogoh merupakan gambaran dari semua sifat buruk manusia.

"Kenapa dibakar? Karena kita menganggap ogoh-ogoh itu gambaran hawa nafsu, murka, yang memang sifatnya buruk oleh sebab itu Ogoh-ogoh tidak berwajah bagus," beber Made.

Made berharap pada saat pelaksanaan perayaan Nyepi, umat Hindu fokus dengan Catur Brata Penyepian. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved