Kamis, 4 Juni 2026

Pembunuhan di Terminal Kepahiang

Kades Minta Video Pembunuhan di Terminal Kepahiang Bengkulu Dihapus, Jaga Perasaaan Keluarga

Kepala Desa (Kades) Pagar Gunung, Kepahiang Provinsi Bengkulu, Hendri meminta masyarakat agar menghapus semua video pembunuhan di Terminal Kepahiang.

Tayang:
Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Romi Juniandra/TribunBengkulu.com
PEMBUNUHAN TERMINAL KEPAHIANG - Kades Pagar Gunung, Kepahiang Bengkulu Hendri saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Kamis (27/3/2025). Ia meminta semua video pembunuhan di Terminal Kepahiang di medsos dihapus. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Kades Pagar Gunung Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu, Hendri meminta masyarakat agar menghapus semua video pembunuhan di Terminal Kepahiang.

Dikatakan Hendri, video tersebut melukai hati keluarga, yang tengah berduka karena kejadian ini.

Video tersebut juga dinilai tidak pantas menjadi tontonan, karena menampilkan kejadian mengerikan.

"Kami selaku kades, dan juga pihak keluarga korban, tidak senang dengan adanya video-video tersebut di media sosial," kata Hendri kepada TribunBengkulu.com, Jumat (28/3/2025).

Video-video tersebut juga dianggap akan membangkitkan luka keluarga, dan dikhawatirkan menimbulkan dampak-dampak buruk.

"Jadi, kami mohon, hapus video-video itu dari medsos," ujar Hendri.

Video pembunuhan warga Pagar Gunung, Kepahiang, Provinsi Bengkulu kini beredar luas, dan banyak diunggah di media sosial (medsos).

Salah satu video bahkan memperlihatkan detik-detik peristiwa pembunuhan oleh pelaku berinisial R.

Kapolres Kepahiang, AKBP M Faisal Pratama meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedsos, dan tidak sembarangan memposting.

"Tolong disaring, sebelum memposting di akun medsos masing-masing," kata AKBP M Faisal kepada TribunBengkulu.com, Kamis (27/3/2025) malam.

Kalaupun masyarakat merekam kejadian kejahatan, kapolres meminta agar diserahkan ke pihak kepolisian, sehingga bisa dianalisa demi kepentingan penyidikan.

Jika video tersebut langsung dibagikan secara vulgar, selain menimbulkan ketidaknyamanan, juga akan menyulitkan petugas untuk melakukan proses penyidikan.

"Jadi, tolong saring sebelum sharing," ujar kapolres.

Beredarnya video pembunuhan pria di Terminal Kepahiang, Kepahiang, Provinsi Bengkulu membuat pihak keluarga tidak nyaman.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved