Lebaran 2025
Libur Lebaran, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan Ingatkan Pengelola Wisata Perketat Pengawasan
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengingatkan pengelola wisata meningkatkan pengawasan dan memperketat standar keselamatan.
Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Yunike Karolina
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengingatkan pengelola wisata meningkatkan pengawasan dan memperketat standar keselamatan. Guna mencegah insiden di tempat wisata,
Mengingat, saat ini merupakan musim liburan lebaran 2025, sehingga animo masyarakat tinggi untuk berkunjung ke objek wisata.
Selain itu, juga untuk mencegah adanya kejadian serupa yang mana ada dua warga yang dilaporkan tewas tenggelam di objek wisata Air Terjun Curug Cay, Bengkulu Tengah.
Atas kejadian ini, Gubernur Bengkulu ke-11 ini turut berbela sungkawa.
Gubernur Helmi menekankan pentingnya pemasangan tanda peringatan bagi pengunjung.
Selain itu, penting juga ketersediaan alat penyelamatan di lokasi wisata. Karena keselamatan wisatawan menjadi prioritas utama.
"Sebenarnya peristiwa tewasnya ibu dan anak tidak akan terjadi bila ada pengawasan dan rambu-rambu peringatan di sekitar obyek wisata, termasuk ada alat pembantu bila ada korban tenggelam di sekitar lokasi obyek wisata," kata Helmi.
Mantan Walikota Bengkulu 2 periode ini meminta pengelola wisata di Bengkulu untuk lebih waspada.
Apalagi, saat musim liburan ketika jumlah wisatawan meningkat signifikan. Dengan adanya lonjakan pengunjung saat libur lebaran, pengawasan harus diperketat untuk mencegah jatuhnya korban jiwa.
Ia menegaskan, pemasangan tanda peringatan dan kehadiran petugas pengawas di lokasi wisata sangat penting untuk menjaga keselamatan wisatawan.
"Objek wisata yang berkaitan dengan air harus memiliki standar khusus terkait keselamatan. Selain itu, harus ada petugas yang mengawasi langsung kondisi wisata agar kejadian serupa tidak terulang," pesan Helmi.
Meskipun Bengkulu memiliki wisata alam yang indah, lanjut Helmi, pengelolaannya harus dilakukan secara profesional agar tidak membahayakan pengunjung.
Untuk itu, ia juga meminta kepada Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu segera mendata objek wisata yang memerlukan pengawasan khusus terkait keselamatan.
"Jika sudah diberi peringatan tetapi tetap lalai, maka objek wisata tersebut bisa ditutup sementara sampai memenuhi standar SOP keselamatan," ucap Helmi.
Kemudian, hal yang tidak kalah penting, kata Helmi, selain tanggung jawab pengelola wisata, juga mengimbau para wisatawan untuk lebih peduli terhadap keselamatan diri saat berwisata.
"Juga harus selalu memperhatikan keselamatan diri dan tidak mengabaikannya," imbuh Helmi.
Baca juga: Breaking News: 2 Unit Rumah di Penarik Mukomuko Bengkulu Ludes Terbakar, Diduga Korsleting Listrik
| Dinas Dikbud Seluma Bengkulu Sidak Sekolah Usai Libur Lebaran 2025 |
|
|---|
| 17 Ribu Wisatawan Kunjungi Bengkulu Tengah Selama Libur Lebaran 2025 |
|
|---|
| Hasil Sidak Hari Pertama Masuk Sekolah Usai Libur Lebaran di Rejang Lebong Bengkulu |
|
|---|
| Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi Pimpin Apel Usai Libur Idulfitri, Warning ASN Tak Masuk Kerja |
|
|---|
| Hari Terakhir Libur Lebaran 2025, Tempat Wisata dan Jalanan di Rejang Lebong Bengkulu Sepi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Gubernur-Helmi-wisatag.jpg)