Rabu, 8 April 2026

Lebaran 2025

Libur Lebaran, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan Ingatkan Pengelola Wisata Perketat Pengawasan

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengingatkan pengelola wisata meningkatkan pengawasan dan memperketat standar keselamatan.

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Yunike Karolina
Ho MC Pemprov Bengkulu
LIBUR LEBARAN - Gubernur Bengkulu Helmi Hasan. Pengelola wisata diingatkan untuk meningkatkan pengawasan dan memperketat standar keselamatan saat musim libur lebaran. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengingatkan pengelola wisata meningkatkan pengawasan dan memperketat standar keselamatan. Guna mencegah insiden di tempat wisata, 

Mengingat, saat ini merupakan musim liburan lebaran 2025, sehingga animo masyarakat tinggi untuk berkunjung ke objek wisata. 

Selain itu, juga untuk mencegah adanya kejadian serupa yang mana ada dua warga yang dilaporkan tewas tenggelam di objek wisata Air Terjun Curug Cay, Bengkulu Tengah.

Atas kejadian ini, Gubernur Bengkulu ke-11 ini turut berbela sungkawa.

Gubernur Helmi menekankan pentingnya pemasangan tanda peringatan bagi pengunjung.

Selain itu, penting juga ketersediaan alat penyelamatan di lokasi wisata. Karena keselamatan wisatawan menjadi prioritas utama.

"Sebenarnya peristiwa tewasnya ibu dan anak tidak akan terjadi bila ada pengawasan dan rambu-rambu peringatan di sekitar obyek wisata, termasuk ada alat pembantu bila ada korban tenggelam di sekitar lokasi obyek wisata," kata Helmi.

Mantan Walikota Bengkulu 2 periode ini meminta pengelola wisata di Bengkulu untuk lebih waspada.

Apalagi, saat musim liburan ketika jumlah wisatawan meningkat signifikan. Dengan adanya lonjakan pengunjung saat libur lebaran, pengawasan harus diperketat untuk mencegah jatuhnya korban jiwa.

Ia menegaskan, pemasangan tanda peringatan dan kehadiran petugas pengawas di lokasi wisata sangat penting untuk menjaga keselamatan wisatawan.

"Objek wisata yang berkaitan dengan air harus memiliki standar khusus terkait keselamatan. Selain itu, harus ada petugas yang mengawasi langsung kondisi wisata agar kejadian serupa tidak terulang," pesan Helmi.

Meskipun Bengkulu memiliki wisata alam yang indah, lanjut Helmi, pengelolaannya harus dilakukan secara profesional agar tidak membahayakan pengunjung.

Untuk itu, ia juga meminta kepada Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu segera mendata objek wisata yang memerlukan pengawasan khusus terkait keselamatan. 

"Jika sudah diberi peringatan tetapi tetap lalai, maka objek wisata tersebut bisa ditutup sementara sampai memenuhi standar SOP keselamatan," ucap Helmi.

Kemudian, hal yang tidak kalah penting, kata Helmi, selain tanggung jawab pengelola wisata, juga mengimbau para wisatawan untuk lebih peduli terhadap keselamatan diri saat berwisata.

"Juga harus selalu memperhatikan keselamatan diri dan tidak mengabaikannya," imbuh Helmi.

Baca juga: Breaking News: 2 Unit Rumah di Penarik Mukomuko Bengkulu Ludes Terbakar, Diduga Korsleting Listrik

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved