Selasa, 28 April 2026

Pembunuhan di Seginim Bengkulu Selatan

Motif Pembunuhan Pemuda di Seginim Bengkulu Selatan Akibat Dendam Lama

Kronologi korban penusukan yang bernama Aziz Mutaqin (20) pada Kamis malam 3 April 2025 yang ditemukan tewas bersimbah darah

Penulis: Nur Rahma Sagita | Editor: Hendrik Budiman
Nur Rahma Sagita/TribunBengkulu.com
PELAKU PENUSUKAN - Pelaku penusukkan di Bengkulu Selatan saat dimintaki keterangan oleh polres Bengkulu Selatan, Jumat (4/4/2025), motif pelaku akibat dendam lama. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Motif  penusukan  Aziz Mutaqin (20), pada Kamis malam 3 April 2025 yang ditemukan tewas bersimbah darah di Desa Dusun Tengah, Kecamatan Seginim terkuak.

Kapolres Bengkulu Selatan, AKBP Awilzan  melalui Kasat Reskrim Polres Bengkulu Selatan melalui KBO Reskrim Polres Bengkulu Selatan Ipda Sahat Martua mengatakan, motif pelaku berinisial BI (18) akibat dendam lama oleh korban.

Dimana, saat itu pelaku sedang jalan bersama temannya ke arah jembatan Seginim dan bertemulah dengan korban.

Ketika Pelaku bertemu dengan korban, timbulah rasa dendam lama pelaku untuk menghabisi korban pada saat itu.

Kemudian pelaku mengajak temannya pulang ke rumah saudaranya untuk mengambil pisau.

“Jadi dapatlah pisau itu pelaku kembali ke jembatan, namun temanya sudah memberikan larangan  agar jangan main pisau kalau kamu masih ada rasa dendam ajak berkelahi tangan kosong,” ujar Ipda Sahat kepada TribunBengkulu.com saat pengakuan teman pelaku Polres Bengkulu Selatan pada Jumat (4/4/2026).

Setelah pelaku sampai menemui korban, korban langsung meminta maaf atas kejadian yang pernah dilakukan kepada pelaku.

Setelah korban meminta maaf dengan pelaku dan berpelukan, mereka minum-minuman keras di jemabatan tempat mereka bertemu.

“Disini ada unsur minum-minuman keras saat berada di jembatan Seginima, namun setelah itu mereka memutuskan untuk pulang,” ungkap Ipda Sahat.

Konflik kembali memanas ketika sepeda motor yang mereka gunakan mengalami pecah ban.

Ketegangan terjadi saat membahas rencana menggadaikan handphone untuk memperbaiki motor tersebut.

“Meskipun sudah diingatkan agar tidak menggunakan sajam, namun pelaku tetap berakhir dengan mengunakan sajam, bahkan sajam yang digunakan bukan milik pelaku, karena pada saat itu bukan hanya pelaku yang membawa sajam,” beber Sahat.

Kejadian bermula di sekitar SMPN 7 Bengkulu Selatan. Di lokasi itu, pelaku sempat kalah dan mundur.

“Di situlah pelaku melancarkan serangan. Ia menikam korban sebanyak 14 kali hingga korban terkapar bersimbah darah,” kata Sahat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved