Jumat, 5 Juni 2026

Presiden Prabowo Subianto

Alih-Alih soal Kebebasan Berekspresi, Presiden Prabowo Malah Curigai Demo Mahasiswa Dibayar

Prabowo menyisipkan kecurigaan tajam, benarkah demo murni inisiatif mahasiswa, atau justru ada aktor politik yang membayar di balik layar?

Tayang:
Instagram Prabowo Subianto
PRABOWO DAN 7 JURNALIS - Presiden Prabowo Subianto dalam wawancara bersama tujuh jurnalis dari tujuh media massa di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, baru-baru ini. Presiden Terpilih Prabowo Subianto melempar sinyal keras soal kemungkinan demonstrasi mahasiswa di masa pemerintahannya ditunggangi pihak berkepentingan. (Instagram Prabowo Subianto) 

TRIBUNBENGKULU.COM - Presiden Terpilih Prabowo Subianto melempar sinyal keras soal kemungkinan demonstrasi mahasiswa di masa pemerintahannya ditunggangi pihak berkepentingan.

Alih-alih hanya bicara soal kebebasan berekspresi, Prabowo menyisipkan kecurigaan tajam, benarkah demo murni inisiatif mahasiswa, atau justru ada aktor politik yang membayar di balik layar?

Respon Presiden RI Prabowo Subianto tersebut disampaikannya saat wawancara bersama 7 jurnalis.

Dalam wawancara tersebut, Prabowo turut ditanya terkait penanganan aksi demo yang dianggap masih abusive.

"Masalah demo adalah biasa. Dalam negara sebesar kita, kan kita sudah sepakat berdemonstrasi, orang berdemo itu dijamin Undang-Undang Dasar. Kalau ada abusive, ya, kita harus investigasi, proses secara hukum kalau abusive," kata Prabowo, seperti dikutip Warta Kota.

"Tapi coba perhatikan secara objektif dan jujur. Apakah demo-demo itu murni atau ada yang bayar. Harus objektif, dong."

Prabowo menghormati berbagai macam demo yang bermunculan sejak dirinya menjabat sebagai Presiden.

Namun harus tetap damai dan tidak memantik kerusuhan.

"Pertama, ada demo melawan efisiensi. Demo katanya dana pendidikan akan dikurangi. Jadi harus objektif, kita juga kita bukan anak kecil," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, hak untuk menyampaikan pendapat memang harus dihormati.

Namun, harus dalam koridor yang konstruktif.

"Kita hormati hak untuk berdemo, asal demonya damai tidak mau menyulut kerusuhan. Nah kalau bakar-bakar ban, itu bukan damai," ujarnya.

Selanjutnya ia kemudian menceritakan pengalaman petugas yang berjaga demo kerap kali dilempari plastik berisi air kencing bahkan kotoran manusia.

Untuk itu, ia selalu mewaspadai adanya kekuatan asing yang ingin mengadu domba lewat aksi demonstrasi.

"Dan kenapa abusive? Kita punya pengalaman, saya mantan petugas keamanan juga. Kadang-kadang petugas dilempar plastik kencing, kadang-kadang petugas dilempar plastik isinya kotoran manusia," ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved