Jumat, 5 Juni 2026

Pendangkalan Pelabuhan Pulau Baai

Nasib 20 Mahasiswa Bengkulu Terjebak di Pulau Enggano, Ada yang Terancam Telat Skripsi

Sebanyak 20 Mahasiswa Bengkulu, terjebak di Pulau Enggano, akibat dari pendangkalan alur pintu masuk Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.

Tayang:
HO TRIBUNBENGKULU/ ASDP
KAPAL TAK BERANGKAT - Terlihat warga Enggano bersama mahasiswa Bengkulu. Sebanyak 20 Mahasiswa Bengkulu, terjebak di Pulau Enggano, akibat dari pendangkalan alur pintu masuk Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Aghisty Firan Marenza 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Sebanyak 20 Mahasiswa Bengkulu terjebak di Pulau Enggano akibat dari pendangkalan alur Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.

Diketahui, sebelumnya pihak PT ASDP telah memutuskan penutupan penyebrangan mulai, Jumat (28/3/2025) lalu hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Supervisi Pelabuhan dan Penyebrangan ASDP Bengkulu Radmiadi, menyampaikan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu kejelasan lebih lanjut terkait kapan penyebrangan menuju pulau Enggano akan beroperasi kembali.

"Kami juga blum tau, sampai kapan alur bisa di lalui," ujar Radmiadi.

Saat ini masyarakat Enggano yang berada di Kota Bengkulu, akan menggelar aksi unjuk rasa, di Kantor PT Pelindo, pada Senin (14/4/2025) pukul 09.00 WIB.

"Kemarin kita sudah rapat di Korem, dan masyarakat Enggano ingin melakukan aksi unjuk rasa di Kantor PT Pelindo," kata Radmiadi, Sabtu (12/4/2025).

Dimana, surat pemberitahuan itu berbunyi: "Sehubungan dengan situasi dan kondisi yang berkembang akhir-akhir ini terkait dengan pendangkalan alur masuk Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu, yang berdampak pada semua sektor baik ekonomi, Sosial, Pendidikan dan lumpuhmya transaksi jual beli di masyarakat Enggano, untuk itu kami dari masyarakat Enggano yang terdampak akibat kondisi ini, bermaksud untuk menyampaikan pendapat di muka umum dalam bentuk aksi unjuk rasa,".

Baca juga: Gubernur Helmi Desak Pelindo Angkat Bendera Putih, Serahkan Pengelolaan Alur ke Pemprov Bengkulu

Baca juga: Warga Enggano Bengkulu Terancam Krisis Pangan-Listrik, Gubernur Desak Pelindo Percepat Pengerukan

Hal senada diungkapkan Milson Kaitora tokoh adat Enggano sekaligus Paabuki atau pemimpin kepala suku di Enggano menilai, kondisi ini merupakan cerminan dari kelambanan pemerintah daerah dalam merespons situasi yang seharusnya dapat diprediksi. 

“Pendangkalan alur di Pelabuhan Pulau Baai bukanlah hal baru. Namun tidak ada langkah antisipatif yang diambil, dan kini dampaknya sangat kami rasakan di pulau,” kata Milson.

Ia menyatakan kekhawatiran jika kondisi ini terus berlanjut.

“Kalau tidak segera ada solusi, para ibu rumah tangga akan sangat kesulitan memenuhi kebutuhan dapur,” ujarnya.

Tak hanya itu, situasi ini juga berdampak pada dunia pendidikan. Banyak siswa dan guru yang sedang berada di Pulau Enggano tidak bisa kembali ke Kota Bengkulu.

Salah satunya, Sonia Agustin, seorang mahasiswi Politeknik Kesehatan Bengkulu, juga mengalami hal serupa. 

“Seharusnya saya dan teman-teman yang sedang melakukan KKN disini, sudah kembali tanggal 8 April untuk menyelesaikan skripsi. Tapi sekarang saya terjebak di Enggano dan tidak bisa berangkat. Saya mohon perhatian dari pemerintah,” pintanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved