Pendangkalan Pelabuhan Pulau Baai
Nasib 20 Mahasiswa Bengkulu Terjebak di Pulau Enggano, Ada yang Terancam Telat Skripsi
Sebanyak 20 Mahasiswa Bengkulu, terjebak di Pulau Enggano, akibat dari pendangkalan alur pintu masuk Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.
Penulis: Aghisty Firan Marenza | Editor: Hendrik Budiman
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Aghisty Firan Marenza
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Sebanyak 20 Mahasiswa Bengkulu terjebak di Pulau Enggano akibat dari pendangkalan alur Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.
Diketahui, sebelumnya pihak PT ASDP telah memutuskan penutupan penyebrangan mulai, Jumat (28/3/2025) lalu hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Supervisi Pelabuhan dan Penyebrangan ASDP Bengkulu Radmiadi, menyampaikan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu kejelasan lebih lanjut terkait kapan penyebrangan menuju pulau Enggano akan beroperasi kembali.
"Kami juga blum tau, sampai kapan alur bisa di lalui," ujar Radmiadi.
Saat ini masyarakat Enggano yang berada di Kota Bengkulu, akan menggelar aksi unjuk rasa, di Kantor PT Pelindo, pada Senin (14/4/2025) pukul 09.00 WIB.
"Kemarin kita sudah rapat di Korem, dan masyarakat Enggano ingin melakukan aksi unjuk rasa di Kantor PT Pelindo," kata Radmiadi, Sabtu (12/4/2025).
Dimana, surat pemberitahuan itu berbunyi: "Sehubungan dengan situasi dan kondisi yang berkembang akhir-akhir ini terkait dengan pendangkalan alur masuk Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu, yang berdampak pada semua sektor baik ekonomi, Sosial, Pendidikan dan lumpuhmya transaksi jual beli di masyarakat Enggano, untuk itu kami dari masyarakat Enggano yang terdampak akibat kondisi ini, bermaksud untuk menyampaikan pendapat di muka umum dalam bentuk aksi unjuk rasa,".
Baca juga: Gubernur Helmi Desak Pelindo Angkat Bendera Putih, Serahkan Pengelolaan Alur ke Pemprov Bengkulu
Baca juga: Warga Enggano Bengkulu Terancam Krisis Pangan-Listrik, Gubernur Desak Pelindo Percepat Pengerukan
Hal senada diungkapkan Milson Kaitora tokoh adat Enggano sekaligus Paabuki atau pemimpin kepala suku di Enggano menilai, kondisi ini merupakan cerminan dari kelambanan pemerintah daerah dalam merespons situasi yang seharusnya dapat diprediksi.
“Pendangkalan alur di Pelabuhan Pulau Baai bukanlah hal baru. Namun tidak ada langkah antisipatif yang diambil, dan kini dampaknya sangat kami rasakan di pulau,” kata Milson.
Ia menyatakan kekhawatiran jika kondisi ini terus berlanjut.
“Kalau tidak segera ada solusi, para ibu rumah tangga akan sangat kesulitan memenuhi kebutuhan dapur,” ujarnya.
Tak hanya itu, situasi ini juga berdampak pada dunia pendidikan. Banyak siswa dan guru yang sedang berada di Pulau Enggano tidak bisa kembali ke Kota Bengkulu.
Salah satunya, Sonia Agustin, seorang mahasiswi Politeknik Kesehatan Bengkulu, juga mengalami hal serupa.
“Seharusnya saya dan teman-teman yang sedang melakukan KKN disini, sudah kembali tanggal 8 April untuk menyelesaikan skripsi. Tapi sekarang saya terjebak di Enggano dan tidak bisa berangkat. Saya mohon perhatian dari pemerintah,” pintanya.
Pendangkalan Pelabuhan Pulau Baai
Pendangkalan Alur Pulau Baai Bengkulu
Pelabuhan Pulau Baai
Pulau Enggano
Pelindo
| Aktivitas Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu Normal Lagi, Kapal Bermuatan 3.500 Ton Berlayar Aman |
|
|---|
| Kedalaman Alur Capai 6,5 Meter, Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu Siap Masuk Babak Baru Transformasi |
|
|---|
| Alur Pelabuhan Pulau Baai Capai 6,5 Meter LWS, Suplai BBM Bengkulu Dijamin Stabil |
|
|---|
| Pengerukan Alur Pelabuhan Pulau Baai Masuki Tahap 2, Percepat Distribusi BBM & Logistik Bengkulu |
|
|---|
| Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu Jadi Sorotan! Pengusaha Pelayaran Nasional Dukung Normalisasi Alur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Sejumlah-warga-Enggano-dan-Mahasiswa-Bengkulu.jpg)