Sabtu, 6 Juni 2026

Hari Kartini 2025

Contoh Kata Sambutan Pembina Upacara Hari Kartini, Singkat dan Mengesankan

Inilah beberapa rekomendasi kata sambutan untuk pembina upacara pada peringatan Hari Kartini, 21 April 2025.

Tayang:
Editor: Yuni Astuti
Freepik
HARI KARTINI 2025 - Ilustrasi Hari Kartini yang diambil dari Freepik, Minggu (13/4/2025). Inilah rekomendasi kata sambutan pembina upacara saat upacara peringatan Hari Kartini nanti. 

Dalam salah satu suratnya Kartini mengatakan, "Jangan katakan saya tidak dapat, tetapi katakan saya mau!"

Anak-anakku, belajar memang tidak mudah. Tapi ingatlah kata-kata Kartini itu. Kalian sudah diberi kebebasan untuk belajar, maka jangan sia-siakan.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Baca juga: Ide Puisi Hari Kartini 21 April 2025, Penuh Semangat dengan Bait yang Begitu Mengesankan

2. Kata Sambutan Hari Kartini untuk Pembina Upacara

Assalamualaikum wr. wb.

Shalom, Rahayu, salam sejahtera bagi kita semua.

Yang terhormat Ibu Kepala Sekolah,

Bapak dan Ibu Guru beserta staf sekolah, juga siswa siswi yang saya kasihi.

Pertama-tama mari kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-Nya kita dapat berkumpul pada hari yang berbahagia ini dalam upacara bendera Peringatan Hari Kartini.

Sebagaimana kita ketahui, setiap 21 April, bangsa Indonesia memperingati hari Kartini. Ini adalah hari kelahiran seorang pejuang perempuan asal Jepara, Raden Ajeng Kartini.

Beliau dilahirkan pada 21 April 1879, seorang putri bupati Jepara. Kartini dilahirkan di saat gerak perempuan sangat terbatas.

Anak-anak perempuan ketika itu, terutama dari kalangan pribumi, tidak bisa mengenyam pendidikan. Saat itu perempuan dipandang sebelah mata, dan tidak bisa bekerja di luar rumah.

Namun, karena Kartini adalah seorang perempuan cerdas dan berani, ia pun berontak dari kondisi itu. Kartini yakin, perempuan memiliki peranan yang tidak bisa dianggap remeh. Asalkan ada kesempatan, perempuan pasti bisa menghasilkan hal-hal luar biasa yang bisa berdampak baik pada negara dan bangsa, bahkan dunia.

Menurut Kartini, perempuan adalah pencetak generasi penerus bangsa, sekaligus orang pertama yang mendidik tunas-tunas bangsa. Perempuan adalah seorang ibu yang akan mendidik anak-anak bangsa. Kata R.A. Kartini waktu itu “Bagaimana mungkin seorang ibu bisa mendidik anak, jika ibu sendiri tidak berpendidikan?".

Berbagai kegelisahan dan pemikiran Kartini tentang peran perempuan serta kedudukan yang masih belum setara itu ia tuangkan dalam surat-suratnya kepada kawan korespondensinya di negeri Belanda.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved