Senin, 20 April 2026

Pendangkalan Pelabuhan Pulau Baai

2 Minggu Lebih Tak Berlayar, KMP Pulo Tello Berhasil Keluar Dermaga Pulau Baai, Siap ke Enggano?

Kapal KMP Pulo Tello melakukan uji coba dan berhasil melewati pintu alur masuk Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu, pada Senin (14/4/2025).

Penulis: Aghisty Firan Marenza | Editor: Yunike Karolina
Aghisty Firan Marenza/TribunBengkulu.com
UJI COBA KAPAL - GM Pelindo Bengkulu S Joko (kemeja putih) merespon aksi demo warga Enggano di Kantor Pelindo, pada Senin (14/4/2025). Kapal KMP Pulo Tello melakukan uji coba dan berhasil melewati pintu alur masuk Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu, pada Senin (14/4/2025). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Aghisty Firan Marenza 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Setelah 2 minggu lebih tidak berlayar, Kapal KMP Pulo Tello melakukan uji coba dan berhasil melewati pintu alur masuk Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu, pada Senin (14/4/2025).

Hal tersebut disampaikan oleh Supervisi Pelabuhan dan Penyeberangan ASDP Bengkulu, Radmiadi.

“Dari alur itu dibantu dua kapal asis, jadi depan belakang standby, saat keluar di Tanjung Harapan, kita sempat mengalami beberapa tantangan. Terutama pada titik pertama di mana kami terpaksa ngesot, serta di titik kedua di mana kapal sempat kandas,” beber Radmiadi.

Radmiadi menjelaskan, setelah melewati titik krusial, KMP Pulo Tello berhasil mendekati lentera merah. Kini, posisi KMP Pulo Tello lego jangkar di luar dermaga.

ASDP sedang menunggu hasil rapat dengan Pelindo untuk menentukan langkah selanjutnya, apakah kapal akan beroperasi menuju Pulau Enggano atau tidak. 

“Kami juga sangat membutuhkan dukungan dari Pertamina untuk pasokan bahan bakar selama perjalanan ke sana,” ungkap Radmiadi. 

Untuk memastikan keselamatan penumpang, mereka juga akan berkoordinasi dengan Basarnas, TNI AL, KSOP, dan Polair guna mendukung proses transit penumpang dari dermaga ke kapal. 

"Penumpang itu kan akan dilansir nantinya, jadi kami minta bantuannya dari Basarnas, Angkatan Laut, KSOP, Polair untuk mendukung transitnya penumpang dari dermaga kapal," ujar Radmiadi.

Lebih lanjut, Radmiadi menyampaikan kondisi perairan saat ini cukup menantang akibat hujan dan angin yang mengakibatkan pasir kembali menutup area pengerukan. 

“Kapal kami memiliki draught 2,4 meter, sementara saat pasang air tinggi hanya 1,3 meter. Kami akan menunggu hasil rapat pimpinan untuk menentukan kelanjutan operasional,” kata Radmiadi.

Sehingga, mereka belum mengetahui, apakah kapal bisa berangkat atau tidak menuju Pulau Enggano.

"Tapi kalau untuk terkait jalan tidaknya kapal, kami nunggu nanti hasil rapat pimpinan-pimpinan kami," jelasnya.

Terpisah, General Manager (GM) PT Pelindo Regional 2 Bengkulu S Joko mengatakan, PT Pelindo telah menunjukan komitmen dalam menanggapi permasalahan di Pelabuhan Pulau Baai.

Sesuai dengan surat resmi yang diterbitkan oleh Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, meskipun hingga saat ini belum ada surat penugasan resmi dari Kementerian Perhubungan, langkah nyata telah diambil oleh PT Pelindo untuk memastikan kelancaran operasional pelabuhan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved