Sabtu, 25 April 2026

Berita Bengkulu Tengah

Ruang Kelas SD Negeri 23 Bengkulu Tengah Rusak Berat, Dinding Jebol dan Tanpa Plafon

Salah satu dindingnya sudah jebol, plafon ruangan pun sudah bolong dan bangku sekolah yang sudah tak layak.

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Hendrik Budiman
TribunBengkulu.com/Suryadi Jaya
SEKOLAH RUSAK - Penampakan sekolah dasar negeri (SDN) 23 Kabupaten Bengkulu Tengah, Senin (14/4/2025). Miris, ruang kelas SD Negeri 23 di Kabupaten Bengkulu rusak berat dan tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Miris, ruang kelas SD Negeri 23 di Kabupaten Bengkulu rusak berat dan tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Kondisi itu diketahui saat Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto dan Wakil Bupati Bengkulu Tengah Tarmizi inspeksi mendadak (Sidak) ke SDN 23 di Desa Genting Dabuk, Kecamatan Pematang Tiga Kabupaten Bengkulu Tengah, Senin (14/4/2025).

Sekolah tersebut memiliki empat ruang kelas yang kondisinya rusak berat.

Salah satu dindingnya sudah jebol, plafon ruangan pun sudah bolong dan bangku sekolah yang sudah tak layak.

Bupati Rachmat mengaku miris melihat kondisi bangunan sekolah yang kondisinya semakin memprihatinkan, bangunan SD yang merupakan milik pemerintah tersebut seolah luput dari perhatian.

Baca juga: Komitmen Bupati Rachmat Riyanto, Tingkatkan PAD Bengkulu Tengah jadi Rp 100 Miliar

"Beginilah kondisi nyata saat ini, bangunan sekolah tak layak digunakan lagi karena dindingnya jebol dan atapnya sudah bolong. Kemudian, plafon juga sudah tak layak," ujar Rachmat.

Dirinya langsung menginstruksikan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bengkulu Tengah Tomi Marisi, agar segera bertindak dan melakukan perbaikan pada tahun 2025 ini.

"Saya ingin gedung sekolah ini diperbaiki tahun ini juga. Dalam kurun waktu 3 bulan kedepan sudah harus dilelang. Tahun ini sudah selesai," tegas Rachmat.

Ditargetkan, jelas Rachmat, pengerjaan rehab bangunan SDN 23 Bengkulu Tengah sudah direalisasikan pada bulan Juli 2025.

"Soal uang (anggaran) nanti kita carikan. Bila perlu, bupati dan wabup berutang dulu, tak terima gaji dulu lah. Yang penting anak-anak bisa sekolah dengan nyaman," ucapnya.

Menurut Rachmat, apa yang dilakukannya saat ini merupakan salah satu respon cepat dari Bupati dan Wabup terhadap kondisi sarana dan prasarana (Sapras) pendidikan yang memprihatinkan.

Tak hanya SDN 23 Bengkulu Tengah, Rachmat mengaku akan melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah lainnya untuk memastikan tidak ada sekolah yang kondisinya rusak berat.

"Kami ingin merealisasikan janji politik kami. Kami ingin fokus meningkatkan SDM di Kabupaten Bengkulu Tengah" kata Rachmat.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved