Jumat, 24 April 2026

Berita Bengkulu Tengah

Pemkab Bengkulu Tengah Evaluasi Kinerja, Soroti Program Nasional Belum Optimal

Pemkab Bengkulu Tengah evaluasi kinerja semester I 2026, soroti program nasional yang belum berjalan optimal.

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Ricky Jenihansen
TribunBengkulu.com/Suryadi Jaya
EVALUASI KINERJA - Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto saat memimpin rapat evaluasi kinerja Bupati dan Wakil Bupati Bengkulu Tengah periode 2026 semester 1, Kamis (23/4/2026). Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah mulai mengevaluasi capaian kinerja Bupati dan Wakil Bupati semester I tahun 2026 dengan menyoroti sejumlah program nasional yang belum berjalan optimal. 

Ringkasan Berita:
  1. Pemkab Bengkulu Tengah evaluasi kinerja semester I tahun 2026.
  2. Evaluasi fokus pada lima indikator, termasuk kemiskinan dan ekonomi.
  3. Program MBG, KDMP, dan ketahanan pangan menunjukkan capaian positif.
  4. Program Sekolah Rakyat dan Kampung Nelayan belum berjalan.
  5. Evaluasi dilakukan untuk identifikasi kendala dan penyusunan solusi.

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah mulai mengevaluasi capaian kinerja Bupati dan Wakil Bupati semester I tahun 2026 dengan menyoroti sejumlah program nasional yang belum berjalan optimal.

Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto mengatakan bahwa evaluasi dilakukan dengan menghimpun data dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengukur capaian program prioritas yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Ada lima area yang menjadi fokus, yakni kemiskinan, ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi. Ini yang sedang kita lengkapi data dukungnya,” kata Rachmat kepada TribunBengkulu.com, usai memimpin rapat, Kamis (23/4/2026).

Fokus Lima Indikator Utama

Ia menjelaskan bahwa selain lima indikator utama tersebut, pemerintah daerah juga diminta mengawal sejumlah program prioritas nasional yang masuk dalam agenda Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Beberapa program yang dimaksud antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Sekolah Rakyat, program ketahanan pangan, hingga pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Menurut Rachmat, sebagian program menunjukkan capaian positif.

Program MBG dan KDMP, misalnya, dinilai memiliki skor penilaian yang cukup baik, termasuk program ketahanan pangan dan distribusi pupuk gratis.

“Sejauh ini ada beberapa yang progresnya bagus, seperti MBG, KDMP, dan ketahanan pangan,” ujarnya.

Program Belum Berjalan

Namun demikian, evaluasi juga menemukan adanya program yang belum berjalan di Bengkulu Tengah.

Di antaranya program Sekolah Rakyat dan Kampung Nelayan Merah Putih.

Untuk program Sekolah Rakyat, kata Rachmat, kendala utama terletak pada belum tersedianya lokasi yang memenuhi kriteria dari Kementerian Sosial.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved