Berita Bengkulu Tengah
Pemkab Bengkulu Tengah Evaluasi Kinerja, Soroti Program Nasional Belum Optimal
Pemkab Bengkulu Tengah evaluasi kinerja semester I 2026, soroti program nasional yang belum berjalan optimal.
Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Ricky Jenihansen
Ringkasan Berita:
- Pemkab Bengkulu Tengah evaluasi kinerja semester I tahun 2026.
- Evaluasi fokus pada lima indikator, termasuk kemiskinan dan ekonomi.
- Program MBG, KDMP, dan ketahanan pangan menunjukkan capaian positif.
- Program Sekolah Rakyat dan Kampung Nelayan belum berjalan.
- Evaluasi dilakukan untuk identifikasi kendala dan penyusunan solusi.
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah mulai mengevaluasi capaian kinerja Bupati dan Wakil Bupati semester I tahun 2026 dengan menyoroti sejumlah program nasional yang belum berjalan optimal.
Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto mengatakan bahwa evaluasi dilakukan dengan menghimpun data dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengukur capaian program prioritas yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Ada lima area yang menjadi fokus, yakni kemiskinan, ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi. Ini yang sedang kita lengkapi data dukungnya,” kata Rachmat kepada TribunBengkulu.com, usai memimpin rapat, Kamis (23/4/2026).
Fokus Lima Indikator Utama
Ia menjelaskan bahwa selain lima indikator utama tersebut, pemerintah daerah juga diminta mengawal sejumlah program prioritas nasional yang masuk dalam agenda Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Beberapa program yang dimaksud antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Sekolah Rakyat, program ketahanan pangan, hingga pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Menurut Rachmat, sebagian program menunjukkan capaian positif.
Program MBG dan KDMP, misalnya, dinilai memiliki skor penilaian yang cukup baik, termasuk program ketahanan pangan dan distribusi pupuk gratis.
“Sejauh ini ada beberapa yang progresnya bagus, seperti MBG, KDMP, dan ketahanan pangan,” ujarnya.
Program Belum Berjalan
Namun demikian, evaluasi juga menemukan adanya program yang belum berjalan di Bengkulu Tengah.
Di antaranya program Sekolah Rakyat dan Kampung Nelayan Merah Putih.
Untuk program Sekolah Rakyat, kata Rachmat, kendala utama terletak pada belum tersedianya lokasi yang memenuhi kriteria dari Kementerian Sosial.
| Ibu-ibu Sungai Lemau Suarakan Dampak Abrasi di Bengkulu Tengah, Desak Pemerintah Segera Bertindak |
|
|---|
| TNI dan Warga Perbaiki Jembatan Gantung Keropos di Sukarami Bengkulu Tengah, Berdiri Sejak 1998 |
|
|---|
| TNI AD Perbaiki Jembatan Gantung Desa Sukarami Bengkulu Tengah, Sudah Berdiri Sejak 1998 |
|
|---|
| Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto Ikuti Rakornas Kementan, Bahas Antisipasi Kemarau Panjang |
|
|---|
| Potensi Hasil Laut Melimpah, Warga Bengkulu Tengah Berlatih Olah Ikan Jadi Nuget |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Evaluasi-Kinerja-Semester-I-2026-Pemkab-Bengkulu-Tengah-Soroti-Program-Belum-Berjalan.jpg)