Jumat, 17 April 2026

Demo Pedagang di Kepahiang

'Bukan Cari Kaya', Curhat Pedagang Terminal Kepahiang Bengkulu yang Terancam Digusur

Sri Pramudi, salah satu pedagang Terminal Kepahiang, Bengkulu, tampak tengah menunggu di luar ruangan hearing di DPRD Kepahiang, Selasa (15/4/2025)

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Romi Juniandra/TribunBengkulu.com
PEDAGANG TERMINAL KEPAHIANG - Pedagang di Terminal Kepahiang Provinsi Bengkulu, Sri Pramudi saat diwawancara, pada Selasa (15/4/2025). Dia mengatakan berjualan di Terminal Kepahiang bukan untuk cari kaya. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Sri Pramudi, pedagang Terminal Kepahiang, Bengkulu tengah menunggu di luar ruangan hearing di DPRD Kepahiang, Selasa (15/4/2025), bersama puluhan pedagang lain.

Di dalam ruangan, ada 10 orang perwakilan pedagang, tengah menyampaikan aspirasi mereka kepada DPRD Kepahiang.

Para pedagang di Terminal Kepahiang ini terancam digusur. Mereka diberi batas waktu untuk mengosongkan tempat hingga 30 April 2025 ini.

Sri sendiri mengatakan dirinya berjualan bakso dan ayam geprek di kios yang ada Terminal Kepahiang.

Sri sudah berjualan sejak tahun 2017, dan melanjutkan Hak Guna Bangunan (HGB) dari pemilik sebelumnya.

Bersama sang suami, Sri tinggal di kios ini selama bertahun-tahun, dan 3 dari 4 anaknya lahir selama dia tinggal di kios.

Untuk makan dan kehidupan sehari-hari, Sri menggantungkan hidup dari jualan, berdua bersama dengan sang suami.

"Kebun kami tidak punya. Kami berenam sekeluarga, hidup dari jualan ini," kata Sri kepada TribunBengkulu.com.

Untuk penghasilan, Sri mengatakan tidak menentu. Sebulan, Sri mendapatkan omzet sekitar Rp 3 juta sampai Rp 4 juta.

Meski jualan di terminal pusat kota, Sri mengatakan pembeli sebenarnya tidak banyak. Memang ada banyak orang di terminal, tapi yang belanja tidak banyak.

"Kami kan bukan restoran besar. Rp 3 juta sampai Rp 4 juta itu kotor, belum dikurangi untuk belanja bahan dagangan," ujar Sri.

Dengan penghasilan ini, Sri mengaku harus mencukup-cukupkan untuk hidup sekeluarga. 

Salah satu anaknya kini sudah menempuh pendidikan di SMA, dan lainnya di SD.

Dengan rencana penertiban dan revitalisasi Taman Santoso serta Pasar Kepahiang, Sri mengaku mendukung sepenuhnya.

Akan tetapi, dia hanya menginginkan kepastian, dimana harus berjualan, dan kapan harus berjualan.

"Kami tidak cari kaya, hanya cari makan. Kami dukung pemerintah, tapi kami minta kepastian, di mana dan kapan kami harus berjualan," ungkap Sri.

Baca juga: Breaking News: Puluhan Pedagang Terminal Kepahiang Bengkulu Demo Kantor DPRD

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved