Kamis, 7 Mei 2026

Hari Kartini 2025

Teks Amanat Pembina Upacara Hari Kartini 2025, Singkat, Jelas dan Mengesankan

Inilah beberapa rekomendasi teks amanat pembina upacara Hari Kartini 2025 yang singkat, jelas dan mudah utnuk dipahami.

Tayang:
Editor: Yuni Astuti
Freepik
HARI KARTINI 2025 - Ilustrasi Hari Kartini 2025 yang diambil dari Freepik, Minggu (20/4/2025). Inilah teks amanat pembina upacara Hari Kartini 2025 yang dingkat dan mengesankan. 

Teman-teman yang hadir pada acara ini, itulah beberapa hal yang dapat saya sampaikan dalam kesempatan ini. Apabila ada salah kata dan perilaku, saya minta maaf sebesar-besarnya.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Contoh Amanat Pembina Upacara 4

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Yang saya hormati teman-teman dan para hadirin semua. Hari ini merupakan hari yang bersejarah bagi kita semua. Tanggal 21 April adalah momen yang harus selalu kita syukuri.

Kita mengenang perjuangan seorang pahlawan di masa lalu, yang berusaha menjadikan perempuan mempunyai hak yang sama dengan kaum laki-laki.

Puji syukur marilah senantiasa kita ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala karunia dan kesehatan sehingga kita masih dapat memperingati dan memaknai peringatan Hari Kartini tahun ini.

Kita semua tahu, bahwa sosok R.A. Kartini memang sosok yang sangat mulia dengan kesabaran dan keteguhannya berjuang untuk harkat kaum wanita dan pendidikan Indonesia.

Semangat dan ketekunan Ibu Kartini akhirnya membuahkan hasil. Beliau sukses mendirikan sebuah sekolah wanita dan mengajarkan ilmu pengetahuan dan keterampilan-keterampilan untuk meningkatkan peran wanita.

Hari Kartini diperingati setiap tahun. Sebaiknya, kegiatan ini bukan hanya sebagai seremonial, tetapi kita harus memaknai peringatan Hari Kartini.

Dengan memahami makna Hari Kartini, wanita Indonesia terus berupaya meningkatkan perannya demi kemajuan bangsa dan negara tanpa melupakan kodratnya sebagai seorang wanita.

Semoga dengan peringatan ini, akan muncul Kartini-Kartini generasi baru untuk terus berjuang, baik sebagai pejuang hak wanita maupun sebagai pondasi penting dalam kemajuan Negara Indonesia di berbagai aspek.

Seperti lirik lagu yang diciptakan oleh W.R. Supratman, "Ibu kita Kartini, Putri sejati, Putri Indonesia, Harum namanya".

Meskipun Ibu Kartini sudah tidak ada, namanya dan perjuangannya dapat terus dinikmati hingga sekarang.

Semoga kita dapat menjaga hasil jerih payah perjuangan Ibu Kartini dan meneruskan perjuangan beliau dalam kehidupan. Sekian pidato dari saya.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved