Kamis, 4 Juni 2026

Berita Bengkulu

50 Ribu Hektare Lahan di Bengkulu Tumpang Tindih dengan Program Folu Net Sink

Genesis Temukan 50 Ribu Hektare Lahan di Bengkulu Tunpang Tindih dengan Program Folu Net Sink

Tayang:
Penulis: Beta Misutra | Editor: Yunike Karolina
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
PROGRAM FOLU NET SINK - Konferensi pers Genesis Bengkulu, pada Sabtu (26/4/2025). Genesis Bengkulu menemukan seluas 50 ribu hektare lahan di Bengkulu ternyata tumpang tindih dengan program Folu Net Sink. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Genesis Bengkulu menemukan seluas 50 ribu hektare lahan di Bengkulu ternyata tumpang tindih dengan program Folu Net Sink.

Program Folu Net Sink merupakan program inisiatif pemerintah Indonesia untuk mencapai kondisi sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya (FOLU) menyerap lebih banyak karbon daripada yang dilepaskan ke atmosfer (emisi negatif) pada tahun 2030. 

Tujuan dari program ini adalah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor ini dan berkontribusi pada target emisi nasional. 

Dari Rencana kerja Folu Net Sink 2030 di 28 provinsi Indonesia termasuk Bengkulu cakupan luasan wilayahnya mencapai 77.787.880 juta hektare, yang dibagi ke dalam 12 arahan pelaksanaan mitigasi.

Dalam perencanaan tersebut, Provinsi Bengkulu menjadi salah satu wilayah kerja untuk pelaksanaan rencana kerja Folu Net Sink 2030, dengan luas wilayah kerja mencapai 364.167 hektare.

"Dari analisis Genesis Bengkulu hampir sekitar 50.000 hektar wilayah areal target Folu Net Sink di Bengkulu tumpang tindih dengan izin pertambangan emas dan perizinan berusaha pemanfaatan hutan (PBPH)," ungkap Menejer Riset dan Kampanye Perkebunan Genesis Bengkulu Rahmat Novan Ismadi.

Untuk wilayah di Provinsi Bengkulu yang masuk dalan program Folu Net Sink di Provinsi Bengkulu di antaranya di Kabupaten Mukomuko, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Seluma, Kabupaten Bengkulu Selatan, dan Kaur.

Namun dari wilayah-wilayah tersebut Genesis memberikan 2 sampel wilayah yang membuat mereka cukup pesimis jika Folu Net Sink 2030 dapat terwujud di Bengkulu.

Pertama yaitu di Kabupaten Seluma yang menurut mereka program Folu Net Sink tumpang tindih dengan area izin tambang emas milik PT ESDMu.

Saat ini PT ESDMu telah meningkatkan izinnya dari ekporasi ke operasi produksi seluas 24.800 hektare dari sebelumnya 5.200 hektar.

Selain di Seluma Genesis juga melakukan pengkajian di wilayah Bengkulu Utara yaitu pada PT API yang merupakan perusahaan perizinan berusaha pemanfaatan hutan (PBPH) di hutan alam.

Salah satu yang membuat program Folu Net Sink di Provinsi Bengkulu sulit dilaksanakan adalah karena adanya degradasi yang terjadi lahan PT API.

Selah satunya yaitu terkait dengan adanya sebagaian wilayah PT API yang sudah dikuasai masyarakat dan sudah berubah menjadi perkebunan kelapa sawit.

"Dengan adanya hal-hal teraebut menurut kita mustahil untuk mencapai Folu Net Sink di Provinsi Bengkulu," kata Rahmat.

Baca juga: Pilih Bongkar Sendiri atau Diratakan, Warem Coreng Citra Wisata Pantai Panjang Bengkulu

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved