Jumat, 5 Juni 2026

Penataan Pantai Panjang Bengkulu

Bukan Digusur tapi Dipindahkan, Alasan Wali Kota Bengkulu Gencar Tata Pantai Panjang

Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menekankan sejumlah hal. Termasuk meminta diberikan waktu untuk melakukan penataan di kawasan wisata Bengkulu itu.

Tayang:
Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Yunike Karolina
Ho MC Pemkot Bengkulu
PENATAAN PANTAI PANJANG - Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi saat hadiri RUPS Luar Biasa Bank Bengkulu, Senin (28/4/2025). Dedy Wahyudi menekankan tidak ada pedagang yang digusur pada saat penataan Pantai Panjang, tapi dipindahkan. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Penataan Pantai Panjang sebagai ikon wisata Kota Bengkulu menuai pro kontra karena muncul penolakan khususnya dari pedagang yang lapaknya terancam dibongkar.

Berkenaan dengan rencana penataan kawasan wisata Pantai Panjang, Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menekankan sejumlah hal.

Ia meminta diberikan waktu untuk melakukan penataan di kawasan wisata andalan Kota Bengkulu itu. Hanya saja tak dipungkiri pro kontra juga banyak terjadi.

Termasuk akan adanya penolakan pedagang yang sudah berlapak di kawasan Pantai Panjang yang masuk zona tidak diperbolehkan berdagang, sehingga ada batas waktu hingga 30 April 2025 untuk dilakukan pembongkaran.

Dedy menjelaskan bahwa tidak ada pedagang yang digusur melainkan untuk dipindahkan ke lokasi lain. 

"Kita meminta dan mengajak kepada semua pihak agar diberikan kesempatan untuk kita menata. Soal penolakan dari pedagang, apa alasannya menolak? kan mereka bukan digusur tapi kita ingin pindahkan," kata Dedy, Senin (28/4/2025).

Lanjut Dedy, tujuan Pemkot Bengkulu dalam melakukan penataan Pantai Panjang agar banyak wisatawan datang ke Bengkulu.

Ia juga meminta agar semua pihak dapat memaklumi dan memahami semua untuk kebaikan bersama dan untuk kemajuan Kota Bengkulu.

"Sudah saya katakan diawal boleh berdagang tapi jangan menggangu hak orang untuk olahraga dan hak orang untuk berwisata. Jadi saya tegaskan lagi tidak ada yang digusur," jelas Dedy.

Sementara itu, berkenaan dengan dugaan ada pihak tertentu yang membacking para pedagang di pantai, Dedy menegaskan akan diserahkan ke aparat kepolisian.

"Kalau ada pihak yang jadi backing di belakang pedagang, sengaja untuk memperkeruh, kita akan serahkan kepada aparat kepolisian," tegas Dedy.

Dedy pun membeberkan alasan sampai ia gencar dan fokus dengan penataan Pantai Panjang.

Hal ini dikarenakan sektor pariwisata adalah salah satu potensi besar untuk kemajuan dan pertumbuhan ekonomi di Kota Bengkulu.

"Kita tidak punya tambang, tidak punya perkebunan, sawah kita juga sedikit. Apa andalan kita? Ya pariwisata. Kalau pariwisata kita maju dan berkembang, uang akan banyak berputar dan kota ini akan semakin maju," ujar Dedy.

Baca juga: Siap Ditata tapi Jangan Dibinasakan, Hearing Pedagang Pantai Panjang ke DPRD Kota Bengkulu

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved