Berita Bengkulu Tengah
Wabah Ngorok Merebak, Dinas Pertanian Bengkulu Tengah Minta Hewan Ternak Dikandangkan
Sejumlah wilayah di Kabupaten Bengkulu Tengah sedang terserang wabah penyakit ngorok yang membuat puluhan hewan ternak jenis kerbau mati mendadak.
Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Yunike Karolina
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Sejumlah wilayah di Kabupaten Bengkulu Tengah terserang wabah penyakit ngorok yang membuat puluhan hewan ternak jenis kerbau mati mendadak, Senin (28/4/2025).
Hal ini pun membuat para peternak di Kabupaten Bengkulu Tengah mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.
Untuk mengurangi penyebaran virus penyakit ngorok, Dinas Pertanian (Distan) mengimbau kepada seluruh peternak untuk mengandangkan hewan ternak 24 jam full selama satu minggu.
"Penyebaran penyakit ngorok ini terjadi karena pola peternakan yang melepas liarkan hewan ternak, sehingga penyakit bisa menular lewat kubangan," ujar Plt Kepala Distan Bengkulu Tengah Helmi Yuliandri, Senin (28/4/2025).
Dengan mengkandangkan hewan ternak ini, diharapkan virus ngorok bisa terputus dan pengobatan bisa lebih intens.
"Jika tidak dikandangkan, tim medis kita terkadang kesulitan untuk menemukan hewan ternak. Jika dikandangkan, pemberian obat, vitamin dan desinfektan kandang bisa difokuskan," ucapnya.
Jika terjadi kasus wabah ngorok, Helmi juga meminta peternak untuk langsung melaporkan ke puskeswan terdekat agar bisa dilakukan penindakan.
"Saat ini tim medis kita juga masih sangat kurang, hanya ada 5 orang untuk mengcover satu kabupaten, meski demikian kami akan memberikan upaya maksimal," kata Helmi.
Sebelumnya, kasus hewan ternak terutama kerbau di Kabupaten Bengkulu Tengah yang mati mendadak masih terus terjadi, Sabtu (26/4/2025).
Dalam beberapa hari terakhir, hewan ternak milik warga Desa Talang Empat Kecamatan Karang Tinggi Kabupaten Bengkulu Tengah diserang penyakit dan mati.
Sudah belasan kerbau milik warga Bengkulu Tengah mati yang diduga diakibatkan oleh penyakit ngorok.
"Setiap hari ada saja yang ditemukan sudah mati, ada juga beberapa yang sudah sakit," ujar Salman, salah satu pemilik kerbau di Bengkulu Tengah, Sabtu (26/4/2025).
Tiga ekor kerbau milik Salman ditemukan terserang penyakit ngorok, dua ditemukan sudah mati dan satu ekor masih sempat dipotong.
"Kalau kerugian sudah sekitar 20 jutaan, sekarang wabah ngorok di desa kami masih terus terjadi, sudah puluhan kerbau terserang penyakit, ada yang mati, ada juga yang bisa disembelih," ucapnya.
berita bengkulu tengah
Bengkulu Tengah
hewan ternak
Penyakit Ngorok
Dinas Pertanian Bengkulu Tengah
| Kepala BGN Diganti, Waka II DPRD Bengkulu Tengah Sebut Prabowo Responsif Benahi Program MBG |
|
|---|
| Pelajar Penusuk Teman Sekolah di Bengkulu Tengah Jadi Tersangka, Terancam Kurungan Diatas 5 Tahun |
|
|---|
| Motif Pelajar di Bengkulu Tengah Tusuk Teman Sekolah, Tak Terima Diejek soal Penampilan |
|
|---|
| Setelah Sempat Anjlok di Bawah Rp2.000, Harga TBS Sawit Bengkulu Tengah Mulai Pulih |
|
|---|
| Pelajar di Bengkulu Tengah Diduga Ditusuk Teman Sekolah di Talang Tengah I, Luka Robek di Perut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Wabah-Ngorok-Merebak-Distan-Bengkulu-Tengah-Minta-Hewan-Ternak-Dikandangkan.jpg)