Jumat, 5 Juni 2026

Hari Raya Waisak 2025

Suasana Vihara Buddhayana Bengkulu Sambut Hari Raya Waisak 2569 BE/2025

Dalam rangka menyambut Hari Raya Waisak 2569 BE/2025, sejumlah pengurus Vihara Buddhayana, yang berada di Jalan Panjaitan, Kecamatan Teluk Segara, Kot

Tayang:
Aghisty Firan Marenza/TribunBengkulu.com
PERSIAPAN - Terlihat beberapa pengurus sedang mempersiapkan untuk menyambut hari raya Waisak di Vihara Buddhayana, Sabtu (10/5). Dalam rangka menyambut Hari Raya Waisak 2569 BE/2025, sejumlah pengurus Vihara Buddhayana, yang berada di Jalan Panjaitan, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Aghisty Firan Marenza 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Dalam rangka menyambut Hari Raya Waisak 2569 BE/2025, sejumlah pengurus Vihara Buddhayana yang berada di Jalan Panjaitan, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu mulai melakukan ragam persiapan, mulai dari penyusunan pelita puja hingga penyusunan bunga, pada Sabtu (10/5/2025).

Ketua Majelis Buddhayana Provinsi Bengkulu Herwani mengungkapkan, persiapan acara telah mencapai hampir 90 persen.

"Untuk acara pelita puja, kita akan memulai penyalaan pelita besok pagi jam 7 dan berlanjut hingga selesai. Kemudian pada tanggal 12 Mei, kita akan mengadakan penutupan pelita puja yang juga dimulai jam 7 pagi," ujar Herwani Sabtu (10/5/2025).

Kemudian, dikatakan Herwani, pada tanggal (12/5), umat Buddha juga akan mengadakan acara baca paritta bersama untuk menyambut detik-detik Waisak yang jatuh pada pukul 23.55 WIB.

"Kita akan mulai berkumpul di vihara dari jam 22.00 malam, dan mengadakan acara pradaksina keliling vihara. Setelah itu, kita akan kembali ke atas, berdoa bersama, dan dilanjutkan dengan puja yang dipimpin oleh para muda-mudi di vihara," jelasnya.

Baca juga: Kalender 2025: Menjelang Waisak, Ini Jadwal Libur dan Cuti Bersama di Bulan Mei

Dimana, Pradaksina adalah ritual penghormatan dalam agama Buddha dan Hindu yang dilakukan dengan mengitari objek yang dihormati (seperti candi, stupa, atau patung Buddha) searah jarum jam.

Biasanya dilakukan tiga kali putaran, sambil berjalan dan membaca doa atau paritta. 

"Jadi disini kita akan mengelilingi Vihara sebanyak 1 kali, biasanya 3 kali cuma karena detik-detik Waisak jatuhnya malam, hanya mengelilingi satu kali," terangnya.

Ia berharap, dengan perayaan hari raya Waisak ini agar semua umat tetap sehat, bahagia dan mendapatkan banyak rezeki.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved