Kamis, 11 Juni 2026

Keracunan di Bogor

Terbukti Mengandung Bakteri dan Ratusan Siswa di Bogor Keracuanan, Tapi Dapur MBG Masih Beroperasi

Dapur Sekolah Bosowa Bina Insani atau dapur makanan bergizi gratis (MBG) Bogor telah terbukti bahan makanannya mengandung bakteri.

Tayang:
Editor: Yuni Astuti
Pemkot Bogor
KERACUNAN DI BOGOR - Foto proses makanan gratis yang akan dibagikan, Meski terbukti mengandung bakteri dan buat ratusan di Bogor keracunan, tapi dapur MBG masih beroperasi, Selasa (13/5/2025). 

TRIBUNBENGKULU.COM - Dapur Sekolah Bosowa Bina Insani atau dapur makanan bergizi gratis (MBG) Bogor telah terbukti bahan makanannya mengandung bakteri hingga buat ratusan siswa di bogor mengalami keracunan.

Hal ini sesuai dengan hasil uji laboratorium sampel makanan makan bergizi gratis (MBG) diduga penyebab keracunan 213 orang di Kota Bogor.

Dari hasil Lab tersebut ada dua makanan yang sudah dipastikan mengandung bakteri.

Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan, bakteri yang terkandung dalam dua makanan itu bakteri Coli dan Salmonela.

Meski teah terbukti jika ada bahan makanan yang mengandung bakteri hingga menyebabkan siswa keracunan, namun dapur Bosowa Bina Insani masih beroperasi hingga saat ini.

Dapur Sekolah Bosowa Bina Insani Kota Bogor masih beroperasi untuk memasak dan mendistribusikan makan bergizi gratis (MBG) ke 13 sekolah.

Walaupun, dua menu makanannya yakni telur ceplok saus barbeque, tumis tahu tauge terbukti mengandung bakteri yang akhirnya membuat 213 siswa dan guru mengalami keracunan.

Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan, dapur ini beroperasi dengan pengawasan ketat dari badan gizi nasional (BGN).

“Distribusi, masak, dan sebagainya mnasih berlangsung. Tetapi pengawasan langsung dari BGN,” kata Dedie Rachim kepada TribunnewsBogor.com di Rumah Dinas Wali Kota Bogor, Senin (12/5/2025).

Pemkot pun meminta agar pengelola dapur ini memerhatikan standar operasionalnya (SOP) dengan baik agar kasus ini tidak terulang kembali.

Sebagai bentuk tanggung jawab, sambung Dedie Rachim, Pemkot menanggung semua biaya pengobatan siswa yang keracunan.

Saat ini tercatat ada 213 orang yang mengalami keracunan.

“Yang dirawat kemarin masih sekitar 12 di beberapa RS. Saat ini berangsur membaik. Sebagian besar keluhannya masih, badannya lemas. Kemudian masih mual dan pusing,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, Hasil uji laboratorium sampel makanan makan bergizi gratis (MBG) diduga penyebab keracunan 213 orang di Kota Bogor sudah keluar.

Dua menu makanan ternyata mengandung bakteri.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved