Senin, 8 Juni 2026

Bengkulupedia

Profil Herman Robin, Kades Datar Ruyung Bengkulu Utara, Desa Ramah Perempuan dan Anak

Kades Herman Robin sukses antar Desa Datar Ruyung jadi desa ramah perempuan dan anak berkat program SAPA yang cegah nikah dini dan KDRT.

Tayang:
Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Ricky Jenihansen
M Bima Kurniawan/TribunBengkulu.com
KADES DATAR RUYUNG - Kepala Desa Datar Ruyung Herman Robin (50) saat diwawancarai TribunBengkulu.com pada Minggu (18/5/2025). Kades Herman Robin sukses antar Desa Datar Ruyung jadi desa ramah perempuan dan anak berkat program SAPA yang cegah nikah dini dan KDRT. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU UTARA - Kepala Desa (Kades) Datar Ruyung, Herman Robin (50), berhasil membawa desanya dinobatkan sebagai desa ramah perempuan dan anak di Kabupaten Bengkulu Utara.

Diketahui, Robin telah dua periode menjabat sebagai Kepala Desa Datar Ruyung, Kecamatan Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. 

Desa ini memiliki luas sekitar 75 hektare dengan jumlah penduduk 857 jiwa atau 254 kepala keluarga (KK).

"Saya sudah dua periode dari 2016 - 2030," ujar Robin.

Kades yang akrab disapa Robin ini merupakan putra dari pasangan Husin Samin dan Salaiba. Ia lahir di Arga Makmur pada 17 Maret 1975.

"Orang tua saya bekerja swasta dan IRT," ungkap Robin.

Saat ini, Robin telah berkeluarga dan tinggal di Desa Datar Ruyung bersama istrinya, Zuriah. Mereka dikaruniai empat orang anak.

Robin menceritakan perjalanan tak terduganya hingga bisa menjadi kepala desa.

"Saya tidak pernah menyangka bisa jadi kades. Awalnya saya sering datang di setiap kegiatan yang ada di desa," jelas Robin.

Karena keaktifannya itu, teman-teman serta para tokoh desa mendorongnya untuk mencalonkan diri dalam pemilihan kepala desa pada 2016.

"Jadi teman-teman saya dan beberapa tokoh di desa saya yang mendorong saya untuk jadi kades," terang Robin.

Selama menjabat sebagai kepala desa, Robin sukses menginisiasi program Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) sebagai upaya menjadikan Datar Ruyung sebagai desa ramah perempuan dan anak.

Program ini bertujuan mengantisipasi terjadinya pernikahan dini dan kekerasan dalam rumah tangga.

"Adapun bentuk kegiatannya berupa sosialisasi terhadap masyarakat di Desa Datar Ruyung," kata Robin.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved