Selasa, 9 Juni 2026

Berita Viral

Modus Bejat Dosen UIN Mataram Lecehkan Mahasiswi, Ngaku Sebagai 'Ayah Batin' Beraksi Sejak 2021

Modus Bejat Dosen UIN Mataram Lecehkan Mahasiswi, Ngaku Sebagai 'Ayah Batin' Beraksi Sejak 2021

Tayang:
Editor: Hendrik Budiman
Tribunnews.com
KORBAN PELECEHAN - Ilustrasi Korban Pelecehan. Terkuak modus oknum dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram berinisial W diduga mencabuli sejumlah mahasiswi Ma'had al-Jamiah UIN Mataram. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Terkuak modus oknum dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram berinisial W diduga mencabuli sejumlah mahasiswi Ma'had al-Jamiah UIN Mataram.

Pelaku menggunakan modus mengaku sebagai "Ayah batin" korban untuk melancarkan aksinya.

Kasus ini mencuat ke publik setelah beberapa korban berani mengadu ke lembaga perlindungan perempuan, termasuk Aliansi Stop Kekerasan Seksual NTB.

Laporan pun masuk ke Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Selasa, 20 Mei 2025.

Koordinator Aliansi Stop Kekerasan Seksual, Joko Jumadi mengatakan, kasus ini sudah terjadi sejak tahun 2021 sampai 2024 lalu.

Dia mengatakan sampai saat ini sudah ada tujuh korban yang teridentifikasi, tapi baru lima orang yang berani melaporkan kejadian ini.

Baca juga: Siasat Ketua Ponpes di NTB Cabuli 20 Santri, Modus Ritual Pencucian Rahim Bak di Film Walid Bidaah

"Hari ini ada tiga orang yang berikan keterangan, nanti Kamis dua orang," kata Joko saat ditemui di Polda NTB, Selasa (20/5/2025).

Terlapor sempat dikabarkan datang ke Polda NTB untuk  melabrak korban yang saat itu tengah menjalani pemeriksaan.

"Awalnya untuk melabrak (mencari) korban di markas Polda," kata Koordinator Aliansi Stop Kekerasan Seksual NTB, Joko Jumadi, Selasa (20/5/2025).

Joko menjelaskan, pelaku W tiba-tiba datang ke markas Polda NTB tanpa dipanggil.

Dengan inisiatif sendiri pelaku datang ke kantor polisi.

Tapi sebelum W memarahi dan menemui korban, mahasiswi itu langsung diamankan pihak kepolisian. 

Setelah dilakukan interogasi akhirnya pelaku W mengakui perbuatannya kepada polisi.

Bahkan jumlah korban lebih banyak dari yang dilaporkan.

"Dalam sejarah pelaku mendatangi kita di Polda dan mengaku," kata Joko. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved