Senin, 8 Juni 2026

Berita Bengkulu Utara

Teror Maling, Warga Desa Taba Baru Bengkulu Utara Resah: 10 Rumah Dibobol dalam Sepekan

Warga Desa Taba Baru, Bengkulu Utara resah akibat 10 rumah dibobol maling dalam sepekan. Aksi pencurian terjadi hampir setiap malam.

Tayang:
Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Ricky Jenihansen
M Bima Kurniawan/TribunBengkulu.com
KADUS TABA BARU - Kepala dusun dua Desa Taba Baru Kastan Syharoni saat diwawancarai TribunBengkulu.com pada Minggu (25/5/2025). Warga Desa Taba Baru, Bengkulu Utara resah akibat 10 rumah dibobol maling dalam sepekan. Aksi pencurian terjadi hampir setiap malam. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU UTARA - Warga Desa Taba Baru, Kecamatan Lais, Kabupaten Bengkulu Utara, dibuat resah akibat maraknya aksi pencurian dengan modus pembobolan rumah yang terus terjadi dalam beberapa minggu terakhir.

Kepala Dusun II Desa Taba Baru, Kastan Syharoni (43), mengungkapkan bahwa hingga saat ini tercatat sudah terjadi sepuluh kasus pembobolan rumah yang membuat warga semakin cemas.

"Iya, sedang maraknya pembobolan rumah. Dalam seminggu ini, sekitar 10 rumah yang sudah dibobol," ucap Kastan.

Ia menambahkan, aksi pembobolan di desanya terjadi hampir setiap malam dalam satu minggu terakhir.

"Hampir setiap malam, dalam semalam bisa sampai dua kejadian," kata Kastan.

Kondisi ini membuat dirinya dan warga lainnya khawatir akan menjadi korban berikutnya dari teror pencurian tersebut.

"Iya, kejadian ini sudah sangat meresahkan kami dan membuat kami khawatir karena hampir setiap malam kami diteror terus," ujarnya. Kastan juga menyebut rumahnya ikut dibobol pelaku.

Meski begitu, Kastan mengatakan pelaku belum sempat mengambil barang dari rumahnya.

"Beruntung belum sempat ada yang dicuri, tapi jendela saya sudah dicongkelnya," ungkapnya.

Sementara itu, beberapa korban lainnya mengalami kerugian berupa uang jutaan rupiah, beberapa slop rokok, dan tabung gas.

"Ada yang kehilangan uang jutaan dan barang seperti rokok dan tabung gas," terang Kastan.

Menurut pengamatannya, pelaku tidak mengambil motor atau handphone, melainkan hanya barang-barang yang mudah dijual kembali.

"Kalau dilihat dari barang curiannya, pelaku tidak mengambil motor atau handphone, hanya barang-barang yang cepat dijual saja," katanya.

Hal ini pula yang diduga membuat sebagian korban enggan melapor ke pihak kepolisian karena kerugian dinilai tidak terlalu besar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved