Kamis, 4 Juni 2026

Berita Bengkulu Utara

Stok BBM Mulai Pulih, Tapi Antrean Panjang Masih Terjadi di Bengkulu Utara

Antrean panjang BBM masih terjadi di beberapa SPBU Kecamatan Arga Makmur, Bengkulu Utara pada Kamis (29/5/2025).

Tayang:
Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Ricky Jenihansen
M Bima Kurniawan/TribunBengkulu.com
ANTREAN BBM - Antrian motor BBM jenis pertalite di SPBU Datar Ruyung pada Kamis (29/5/2025). Antrean panjang BBM masih terjadi di beberapa SPBU Kecamatan Arga Makmur, Bengkulu Utara pada Kamis (29/5/2025). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU UTARA - Antrean panjang BBM masih terjadi di beberapa SPBU Kecamatan Arga Makmur, Bengkulu Utara pada Kamis (29/5/2025).

Panjang antrean BBM tersebut mencapai sekitar satu kilometer sejak SPBU mulai buka pukul 07.00 WIB.

Salah satu pedagang pisang di Pasar Purwodadi, Emi (44), mengeluhkan lamanya antrean BBM jenis pertalite untuk kendaraannya di SPBU Datar Ruyung sejak pukul 05.30 WIB.

"Dari jam 05.30 sampai 08.30 WIB saya antre belum dapat, sangking panjangnya antrean," ungkap Emi, warga Desa Lubuk Durian.

Ia menjelaskan bahwa minyak yang diantrinya digunakan untuk membawa barang dagangan dan keperluan aktivitas sehari-hari. 

Akibat antrean panjang ini, seluruh aktivitasnya menjadi terhambat.

"Kita mau jualan atau keperluan sehari-hari jadi susah karena lama mengantri ini," tambah Emi.

Di sisi lain, antrean panjang yang menggunakan badan jalan juga menghambat arus lalu lintas di sekitar SPBU.

Emi berharap pemerintah dapat memberikan solusi konkret untuk mengatasi masalah antrean BBM tersebut.

"Harapannya pemerintah bisa memberikan solusi, apakah jumlah pasokannya ditambah atau pengirimannya dipercepat," harap Emi.

Sementara itu, Direktur SPBU Datar Ruyung, Aswandi Idris, menjelaskan bahwa pasokan BBM di SPBU masih berjalan normal sesuai dengan permintaan.

"Pasokan BBM yang dikirim dari Linggau masih normal sesuai kebutuhan kami," terang Idris.

Ia menambahkan, pasokan yang masuk ke SPBU berjumlah 16 ton, yaitu 8 ton pertalite, 8 ton solar, dan 8 ton pertamax, disesuaikan dengan kebutuhan.

Menurutnya, panjangnya antrean terjadi karena kepanikan atau kekhawatiran masyarakat atas ketidakcukupan pasokan BBM di SPBU.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved