Jumat, 5 Juni 2026

Berita Bengkulu

Gubernur Helmi Hasan Pastikan 2 Warga Enggano Sakit Keras Dibawa ke Kota Bengkulu

Warga Desa Meok Enggano terkendalan transportasi saat berobat, Gubernur Bengkulu lakukan ini.

Tayang:
Aghisty Firan Marenza/TribunBengkulu.com.
WARGA SAKIT - Dedi Yanto anggota Komisi I DPRD Kota Bengkuku yang juga merupakan Kader PAN, saat diwawancarai 2024. Warga Desa Meok Enggano terkendalan transportasi saat berobat, Gubernur Bengkulu lakukan ini. ketika diwawancarai di Kantor DPRD Kota Bengkulu Ruangan Komisi III 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Dua warga Desa Meok Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu sakit terkendala transportasi untuk berobat.

Hal itu diungkapkan, Anggota Komisi 1 DPRD Kota Bengkulu, Dedi Yanto yang juga merupakan kader Partai PAN, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Gubernur Bengkulu untuk membantu warga tersebut.

“Tadi saya sudah hubungi Kepala Desa Meok, soal warga yang sakit keras dan harus dibawa ke Kota Bengkulu,” ungkap Dediyanto, saat dihubungi TribunBengkulu.com, Senin (2/6/2025).

Dedi menjelaskan, pihaknya juga meminta untuk ditangani terlebih dahulu di enggano untuk penanganan darurat.

Ia meminta pihak desa untuk memesan tiket pesawat agar diterbangkan ke Kota Bengkulu, untuk tiket nanti diganti oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan.

“Untuk Kepala Desa Meok pak Siman tadi, juga saya minta untuk memesan tiket pesawat, nanti diganti pak Gubernur, saya akan perjuangkan agar Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk membantu,” tutur Dedi.

Dedi juga menjelaskan, soal pemesanan tiket seperti apa, namun kendalanya tiket pesawat habis.

Pihaknya juga sudah menyiapkan rumah singgah khairunnisa untuk ditempati keluarga warga Desa Meok.

“Kendalanya tiket full, kita juga sudah menyiapkan rumah singgah untuk keluarga yang sakit,” jelas Dedi.

Dedi juga mengungkapkan, sambil menunggu kapal laut, ia meminta untuk memesan tiket pesawat agar dapat berangkat nantinya.

Sembari menunggu keberangkatan berikutnya, pihaknya memaksimalkan tenaga medis yang ada di Pulau Enggano.

Namun keberangkatan selanjutnya tanggal 27 Juni 2025. Kepala Desa Meok juga meminta adanya penambahan rute penerbangan.

“Saya minta Kepala Desa meyakinkan maskapai atau penumpang lain yang mau berangkat agar yang sakit didahulukan karena kondisi darurat,” kata Dedi.

Selain itu, Dedi juga mengatakan pihaknya sedang mengupayakan penambahan rute penerbangan, namun sembari menunggu yang belim pasti, pihaknya meminta untuk melakukan tindakkan yang pasti.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved