Kamis, 4 Juni 2026

Berita Mukomuko

Kisah Pendi, Peternak Sapi Kurban Prabowo di Mukomuko Bengkulu Seberat 1,3 Ton: Hobi jadi Berkah

Sosok Pendi kini menarik perhatian setelah sapi kurban miliknya yang bernama Rambo dibeli oleh Presiden Prabowo untuk kurban Iduladha 2025 di Mukomuko

Tayang:
Panji Destama/TribunBengkulu.com
SAPI KURBAN - Pendi Kurniawan Peternak Sapi (Kiri) dan Sapi Kurban Prabowo seberat 1,3 ton (Kanan), Selasa (3/6/2025). Sosok Pendi kini menarik perhatian setelah sapi kurban miliknya yang bernama Rambo dibeli oleh Presiden Prabowo untuk kurban Iduladha 2025 di Mukomuko. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, MUKOMUKO - Pendi Kurniadi, yang akrab disapa Pen, adalah seorang peternak sapi dan kerbau di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu

Sosok Pendi kini menarik perhatian setelah sapi kurban miliknya yang bernama Rambo dibeli oleh Presiden Prabowo Subianto untuk kurban Iduladha 2025 di Mukomuko.

Pendi telah menjalani profesi sebagai peternak sejak tahun 2004, atau 21 tahun lalu. 

Peternakannya terletak di jalur lintas barat Sumatera, tepatnya di Desa Pasar Sebelah, Kota Mukomuko.

Pada saat itu, sebagian besar peternak di daerahnya memelihara sapi lokal seperti sapi bali. 

Namun, Pendi memilih untuk memelihara sapi jenis simmental cross, jenis sapi yang banyak ditemukan di Sumatera Barat.

Keputusannya itu didasari oleh kegemarannya terhadap jenis sapi yang berpostur besar dan tinggi.

"Hobi memelihara sapi simmental cross karena ukurannya yang besar dan tinggi. Di kandang masih ada dua ekor lagi," ungkap Pendi saat ditemui di rumahnya, Selasa (3/6/2025).

Sapi kurban yang dibeli oleh Presiden Prabowo tersebut, awalnya ia beli dari peternak di Air Muring, Bengkulu Utara, pada tahun 2020 dengan harga Rp26 juta.

Selama lima tahun merawat sapi tersebut, Pendi mengaku banyak suka dan duka yang ia lalui.

"Ada suka dukanya merawat sapi ini, karena kebutuhan sapi ini berbeda dengan sapi lokal atau sapi bali," ujarnya.

Ia menjelaskan, perawatan sapi simmental cross memang lebih intensif dibanding sapi lokal. 

Sapi ini harus dimandikan dua kali sehari dan diberi makan tiga kali sehari.

Untuk makanannya pun tidak bisa sembarangan. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved