Kamis, 4 Juni 2026

Perampokan Sadis Satu Keluarga di Serang

Motif Wadison Rekayasa Perampokan Demi Bunuh Istrinya Petry Sihombing, Tak Terima Ditegur Selingkuh

Motif Wadison Pasaribu (37) nekat merekayasa perampokan demi menghabisi nyawa istrinya, Petry Sihombng (35) ternyata terbakar api cemburu. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Rita Lismini
Istimewa
PEMBUNUHAN DI SERANG - Kolase foto Petry Sihombing semasa hidup bersama keluarganya sebelum tewas di tangan suaminya sendiri, Wadison Pasaribu, Rabu (4/6/2025). 

TRIBUNBENGKULU.COM - Motif Wadison Pasaribu (37) nekat merekayasa perampokan demi menghabisi nyawa istrinya, Petry Sihombng (35) ternyata terbakar api cemburu. 

Hal itu disampaikan langsung oleh Penyidik Satreskrim Polresta Serang Kota tadi malam, Selasa (3/6/2025). 

Wadison diamankan penyidik di kediaman duka. Penangkapan Wadison dibenarkan oleh Kapolresta Serang Kota, Kombes Pol Yudha Satria kepada TribunBanten.com.

"Iya sudah ditangkap, pelaku suaminya," kata Yudha melalui pesan singkat.

Informasi yang dihimpun, Wadison tega menghabisi nyawa sang sang istri karena emosi ketahuan selingkuh. Sebelum dibunuh, Petry dan Wadison sempat terlibat cekcok.

Sementara itu menurut Siti Maryam tetangga korban mengatakan pasangan Wadison Pasaribu dan Petry Sihombing mendadak tertutup kepada masyarakat di lingkungannya.

Padahal, kata Dia, jauh sebelumnya keseharian kedua pasangan tersebut aktif bermasyarakat.

"Infonya itu suaminya selingkuh, terus cekcok," ucapnya.

Dikatakan Maryam, saat ini Wadison Pasaribu telah diamankan pihak kepolisian pada Rabu pukul 02.00 WIB dini hari.

"Semalam banyak polisi yang datang, suaminya sudah di bawa Polisi," pungkasnya. 

Masih dalam kesempatan yang sama, Maryam mengatakan terungkapnya pelaku pembunuhan itu bermula pada saat anak korban yang berusia 7 tahun ditanya oleh polisi.

Dari pengakuan sang anak, kata Maryam, saat peristiwa itu terjadi pada Minggu, (1/6/2025) pukul 05.00 WIB sang anak mengaku kalau dirinya disuruh oleh ayahnya untuk meminta tolong keluar rumah.

"Jadi awalnya itu si anaknya ngomong, kalau waktu dia keluar rumah minta tolong itu disuruh ayahnya, padahal kan tetangga tahu nya ayah nya itu terikat dalam karung menjadi korban juga," ujar Maryam, Rabu, (4/6/2025).

Usut punya usut, kata Maryam, sang suami sengaja mengikat dan membungkus dirinya dengan karung untuk merekayasa seolah-olah peristiwa pembunuhan itu merupakan perampokan.

"Kayanya itu sengaja mengikat sendiri dalam karung, mengalihkan perhatian. Jadi seakan-akan itu perampokan," katanya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved