Senin, 8 Juni 2026

Suami Bunuh Istri di Dompu

Pengakuan Syamsudin Bunuh Istri Secara Sadis Usai 10 Hari Melahirkan di Dompu, Gegara Malu

Pengakuan Syamsudin Bunuh Istri Secara Sadis Usai 10 Hari Melahirkan di Dompu, Gegara Malu

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Hendrik Budiman
Kolase/TribunLombok.com
SUAMI BUNUH ISTRI - Kolase Syamsudin saat diamankan polisi. Pengakuan Syamsudin (28) tega membunuh istrinya, Sri Wahyuni (28) menggunakan parang di rumahnya di Desa Marada, Kecamatan Hu'u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Sabtu (7/5/2025). 

TRIBUNBENGKULU.COM - Pengakuan Syamsudin (28) tega membunuh istrinya, Sri Wahyuni (28) menggunakan parang di rumahnya di Desa Marada, Kecamatan Hu'u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Sabtu (7/5/2025).

Diketahui, Sri Wahyuni ditemukan tergeletak bersimbah darah dilantai, di samping bayinya yang baru berusia 10 hari.

Korban pertama kali ditemukan oleh anak pertama yang berumur 8 tahun.

Kasus suami bunuh istri di Dompu terungkap dari laporan sang anak kepada neneknya sekitar pukul 07.00 WITA.

Melihat ibunya tergeletak di lantai, bocah 8 tahun itu pergi ke rumah sang nenek untuk melaporkan tentang hal itu.

Kondisi jasadnya sungguh mengenaskan, terdapat luka bacok di leher bagian belakang, di punggung, kepala, hingga kedua pergelangan tangan terpotong.

"Lantaran tertekan dan gelap mata, Syamsudin pun membunuh istrinya di dalam kamar mereka. Padahal istrinya itu baru melahirkan anak kedua mereka 10 hari yang lalu," ungkap Kasi Humas Polres Dompu, AKP Zuharis, Senin (9/6/2025).

Kemudian, pelaku kabur dari lokasi usai menghabisi nyawa sang istri.

"Pelaku menebas kepala bagian belakang korban, juga mengiris kedua pergelangan tangan hingga menimbulkan luka menganga nyaris terpotong," jelas Zuharis.

Nasib Pilu Sang Bayi

Nasib pilu bayi di Dompu setelah Syamsudin tega membunuh istrinya Sri Wahyuni menggunakan parang di rumahnya di Desa Marada, Kecamatan Hu'u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Sabtu (7/5/2025).

Korban meninggalkan dua orang anak, salah satunya belum genap berumur berumur dua minggu. 

Kini, bayi yang tersebut dirawat oleh keluarga besar korban.

SUAMI BUNUH ISTRI - Kerabat dekat korban Mawar Yulia saat menggendong bayi korban dari pembunuhan suami bunuh istri di Dompu. Mawar mengungkapkan keinginannya untuk mengadopsi anak tersebut, meski belum secara resmi membicarakan niat itu kepada keluarga besar karena masih dalam masa berkabung
SUAMI BUNUH ISTRI - Kerabat dekat korban Mawar Yulia saat menggendong bayi korban dari pembunuhan suami bunuh istri di Dompu. Mawar mengungkapkan keinginannya untuk mengadopsi anak tersebut, meski belum secara resmi membicarakan niat itu kepada keluarga besar karena masih dalam masa berkabung (facebook@Mawar Yulia/Tribunlombok.com)

Kerabat dekat korban, Mawar Yulia, membuka donasi untuk membantu kehidupan anak-anak yang ditinggalkan, sekaligus berencana mengadopsi bayi yang baru lahir tersebut.

"Namanya pun belum sempat diberi. Waktu saya tanya, neneknya juga bingung siapa namanya. Saya bilang, kalau mau biar saya yang carikan nama,” kata Mawar saat dihubungi, Senin (9/6/2025).

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved