Senin, 8 Juni 2026

Berita Bengkulu Utara

Kepala UPTD Pasar Purwodadi Bengkulu Utara Mengaku Sering Dibentak dan Dikatai Kasar oleh Pedagang

Kepala UPTD Pasar Purwodadi Bengkulu Utara mengaku kerap dibentak dan dikatai kasar oleh pedagang saat penertiban lapak yang melanggar aturan.

Tayang:
Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Ricky Jenihansen
M Bima Kurniawan/TribunBengkulu.com
PTM PURWODADI - Kepala UPTD pasar Purwodadi Sari Deka (kanan) menggunakan baju putih saat melaksanakan penertiban pedagang nakal pada Kamis (19/6/2025). Kepala UPTD Pasar Purwodadi Bengkulu Utara mengaku kerap dibentak dan dikatai kasar oleh pedagang saat penertiban lapak yang melanggar aturan. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan  

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU UTARA - Kepala UPTD Pasar Purwodadi, Sari Deka, mengungkapkan bahwa dirinya kerap menerima ucapan kasar dari para pedagang di Pasar Purwodadi.

Sejak relokasi pedagang ke dalam gedung Pasar Tradisional Modern (PTM) yang baru pada Mei 2025, muncul sejumlah polemik antara para pedagang dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bengkulu Utara, khususnya dengan pihak pengelola UPTD Pasar Purwodadi.

Salah satu persoalan utama adalah penempatan lapak yang dianggap kurang strategis oleh pedagang, karena sepi pembeli dan menyebabkan kerugian.

Kondisi ini membuat sebagian pedagang memilih berjualan di lokasi lain yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain itu, beberapa pedagang yang belum mendapat tempat resmi, akhirnya menempati lokasi yang seharusnya tidak digunakan.

Menanggapi kondisi tersebut, Sari Deka mengaku sering mendapat ucapan kasar dari pedagang.

"Iya, banyak yang sering (mengucapkan) itu, ucapan seperti 'tidak ada otak kau ini'," ujar Sari.

Saat ikut turun langsung dalam penertiban pedagang yang membandel, Sari juga kerap dibentak dan mendapat teguran bernada keras.

"Iya, itu kita alami dan sudah sangat biasa," ucapnya.

Namun demikian, Sari tetap berupaya bersabar dan melakukan pendekatan persuasif dengan memberi pemahaman kepada para pedagang.

"Kita tetap berusaha semaksimal mungkin untuk sabar dan melakukan pendekatan. Kita kasih pemahaman dan arahkan lagi," ungkapnya.

Di sisi lain, Sari juga dituntut untuk tetap tegas dalam menertibkan dan mengelola Pasar Purwodadi.

Ia berharap, pasar ini bisa menjadi tempat yang nyaman bagi pembeli dan pedagang, dengan suasana yang kondusif, rapi, dan bersih.

Alasan Pedagang

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved