Rabu, 6 Mei 2026

Kasus Mutilasi di Padang

FAKTA Wanda Pembunuh Berantai di Padang Pariaman, Punya Saudara Anggota Polisi Tapi Dipecat

Fakta mengejutkan datang dari keluarga SJ alias Wanda, pembunuh berantai di Padang Pariaman yang menwaskan 3 orang sekaligus. 

Tayang:
Editor: Rita Lismini
Dokumentasi/Polres Padang Pariaman
KASUS PEMBUNUHAN BERANTAI- Pelaku terduga tindak pidana pembunuhan mutilasi (baju kuning) berinisial diamankan kepolisian dari Polres Padang Pariaman, Kamis (19/6/2025). 

TRIBUNBENGKULU.COM - Fakta mengejutkan datang dari keluarga SJ alias Wanda, pembunuh berantai di Padang Pariaman yang menwaskan 3 orang sekaligus. 

Tak tanggung-tanggung SJ membunuh Siska Oktavia kekasihnya sendiri dengan cara dibuang ke sumur bersama seorang temannya. 

Sementara 1 orang korban lainnya bernama Septia Adinda dimutilasi lalu dibuang ke Muaro Anai Padang Pariaman. 

Potongan tubuh Septia Adinda ditemukan secara terpihah oleh warga sekitar. 

Beruntung kini pelaku pembunuhan berantai terhadap 3 orang tersebut telah berhasil terungkap, yakni SJ. 

Kini SJ telah diamankan oleh pihak kepolisian setempat sejak Kamis, 19 Juni 2025. 

Selama ini SJ diketahui tinggal bersama  bersama keluarganya, namun orang tua dan saudaranya juga jarang berada dirumah.

Namun ada fakta terbaru soal keluarga SJ yang berhasil terungkap. 

Punya Saudara Kandung Pecatan Polisi

Saudara kandung dari pelaku mutilasi berinisial SJ alias W di Padang Pariaman, Sumatera Barat ternyata merupakan mantan anggota Polisi yang diberhentikan secara tidak hormat (PTDH).

Salah seorang warga di sekitar lokasi, berinisial GS mengatakan bahwa awalnya dirinya mengira yang ditangkap Polisi adalah abang kandung dari pelaku W.

"Saya kira yang ditangkap Polisi ini abangnya, karena abangnya juga pernah terlibat kasus," ungkapnya kepada TribunPadang.com.

GS mengungkapkan bahwa abang pelaku merupakan mantan anggota Polisi yang dipecat karena terlibat kasus narkoba.

"Abangnya itu Polisi, kalau tidak salah dinas di Padang Pariaman, dulu dipecat karena kasus narkoba, tapi itu sudah cukup lama," ujarnya.

"Saat ini abangnya ada di rumah itu, masih tinggal di sana bersama keluarganya," sambungnya.

Sementara itu, Humas Polres Padang Pariaman, Aipda Redno Afriadi membenarkan terkait informasi tersebut.

"Abang pelaku dulunya merupakan seorang anggota kepolisian yang diberhentikan secara tidak hormat akibat kasus narkotika," katanya saat dikonfirmasi TribunPadang.com.

Redno juga mengatakan bahwa abang pelaku merupakan seorang residivis di kasus narkotika dalam rentang waktu di tahun 2010 hingga 2015.

"Niko melakukan tindak pidana pertama saat masih menjabat sebagai Polisi, dan diberhentikan, lalu kembali tertangkap dalam kasus yang sama, yang berarti seorang resedivis," pungkasnya.

Polisi Masih Selidiki Kemungkinan Pelaku Lain

Polisi terus mendalami apakah SJ bertindak sendiri atau ada pihak lain yang terlibat. Barang bukti berupa parang, sepeda motor, dan pakaian korban telah diamankan.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena tidak hanya menyisakan luka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga mengungkap wajah ganda seorang pelaku yang selama ini dikenal sebagai pribadi baik dan tidak mencurigakan.

Siasat SJ Kelabui Polisi Agar Tak Ketahuan Sebagai Pelaku Pembunuhan Berantai 

Mengejutkan pengakuan keluarga Siska Oktavial soal Wanda alias SJ, pelaku pembunuhan berantai di Padang Pariaman. 

Selain SJ diketahui merupakan kekasih Siska Oktavia sendiri, rupanya Sj melakukan siasat licik demi kedoknya tak terbongkar. 

Diketahui, Siska Oktavia dikabarkan hilang selama setahun sejak Januari 2024 lalu. 

Plot twistnya atau fakta mengejutkannya adalah SJ lah yang datang ke Polsek dan melaporkan soal hilangnya Siska tersebut. 

Padahal dirinya lah yang menjadi dalang pelaku pembunuhan terhadap Siska. 

Jasad Sisa bahkan dikubur di dalam sumur bersama seorang teman dekatnya. 

Tanpa ada rasa takut, betapa beraninya SJ seolah-olah tak terlibat dalam pembunuhan Siska. 

Dirinya seolah sudah merencakan pembunuhan dengan sangat pintar. 

“Dia yang datang pertama ke Polsek buat laporan kehilangan. Itu yang bikin kami gak curiga,” ungkap Suji Selsya Utami (28), sepupu almarhumah Siska.

Selama proses pencarian, SJ juga terlihat aktif membantu keluarga. Bahkan SJ mengaku terakhir meninggalkan Siska di sebuah minimarket karena hendak menjemput temannya, sebelum Siska dinyatakan hilang.

“Siska sempat bilang, dia mau ambil uang dari SJ. Setelah itu, dia hilang,” tambah Suji.

Suji menyebutkan bahwa hubungan asmara antara Siska dan SJ telah terjalin cukup lama.

"Keduanya sudah pacaran sejak 2019. Jadi memang sudah cukup lama," ungkapnya.

Lebih lanjut, Suji mengatakan bahwa lokasi penemuan jenazah diduga merupakan rumah milik pelaku SJ sendiri.

"Tempat korban dikubur ini adalah rumah SJ. Jadi kami benar-benar tidak menyangka hal seperti ini terjadi," jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa Siska mengenal korban mutilasi SJ lainya, yang jasadnya ditemukan dalam kondisi terpisah di Batang Anai.

"Siska berteman dengan korban mutilasi itu. Bahkan, korban tersebut juga sering menginap di rumah Siska," tegasnya.

Ibunda Siska Meninggal Dunia Akibat Syok Berat

Duka mendalam kembali menyelimuti keluarga. Ibunda Siska Oktavia meninggal dunia pada Kamis (19/6/2025) pagi, setelah mendengar kabar bahwa putrinya adalah korban mutilasi.

“Beliau pingsan di lokasi penggalian sekitar pukul 07.00 WIB. Diduga kena serangan jantung karena syok berat. Saat dibawa ke rumah sakit, nyawanya tak tertolong,” ujar Suji.

Tragisnya, enam bulan sebelumnya, ayah Siska juga meninggal dunia karena stres memikirkan anaknya yang tak kunjung ditemukan.

“Ayahnya meninggal duluan karena terus memikirkan Siska. Kini ibunya menyusul,” imbuh Suji.

Siska sendiri telah dilaporkan hilang sejak Januari 2024 dan baru ditemukan lebih dari satu tahun kemudian, dalam kondisi tragis sebagai korban mutilasi.

Sosok SJ 

Sosok Wanda terduga pelaku pembunuhan berantai di Padang Pariaman yang bikin merinding. 

Bagaimana tidak terduga pelaku telah menghabisi nyawa 3 orang sekaligus dengan cara yang sangat keji. 

Satu korban dimutilasi hingga anggota tubuhnya terpisah-pisah di Muaro Anai Padang Pariaman sementara 2 korban lainnya justru dikubur dalam sumur setelah setahun lamanya. 

Pembunuhan tersebut baru terungkap kasus mutilasi di Muaro Anai mulai menemukan titik terang. 

Siapa yang menyangka, Wanda nekat menghabisi 3 orang sekaligus yang diantaranya, pacarnya sendiri dan teman dekat. 

Padahal selama ini Wanda dikenal sebagai sosok yang baik, bahkan kerap bergaul dengan dengan teman-teman kerjanya saat masih bekerja di di salah satu pabrik pembuatan bahan bangunan di jalan lintas Padang-Bukittinggi, di sekitar Pasar Usang, Kabupaten Padang Pariaman.

"Di tempat kerja biasa-biasa saja, tetap bergaul, tetap bermain dan mengobrol dengan teman-teman lainnya, tidak ada yang mencurigakan," ujar teman kerja Wanda, Kamis (19/6/2025) dikutip dari TribunPadang.com. 

"Kalau terkejut tentu terkejut, karena saya juga baru pagi tadi dapat kabar, langsung saya kesini, ternyata sudah ramai masyarakat dan polisi," ujarnya.

Salah seorang tetangga pelaku, Gusniati, mengatakan hal yang senada. Ia mengetahui W sebagai sosok yang biasa saja.

"Biasa saja anaknya, sering lewat, sering menyapa. Tapi ia memang jarang dirumah, karena sibuk bekerja. Kadang pulang kerja dari pabrik, ia langsung pergi ke sungai untuk menambang pasir. Jadi pulang itu kadang hanya untuk makan, tidur atau istirahat," terangnya. 

Artikel ini telah tayang di TribunPadang.com 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved